Infografis
KSAD: Konflik Aceh Selesai Jika GAM Menyerah
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Ryamrizard Ryacudu menyatakan pihak TNI akan tetap bersikap defensif terhadap Gerakan Aceh Merdeka meskipun perundingan antara GAM dengan pemerintah Republik Indonesia di Helsinski, Finlandia tidak menghasilkan kesepakatan. "Kita tetap defensif saja. Tapi kalau dia ganggu apa boleh buat," kata Ryamrizard kepada wartawan usai rapat koordinasi TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) di ruang Bina Yudha II Mabes TNI AD Jakarta Pusat, Selasa (1/2). Ryamizard juga menyatakan tidak ada batas waktu bagi TNI untuk berjaga-jaga di Aceh.
Ketika ditanya sikap TNI tentang permintaan gencatan
senjata dari pihak GAM, KSAD menjawab tidak ada sikap
menerima gencatan senjata dari TNI. "Kalau GAM minta
gencatan senjata itu kan mereka. Masak kita yang bela
negara mau gencatan senjata, gimana ceritanya?," kata
dia.
Menurutnya, untuk menyelesaikan masalah di Aceh adalah GAM menyerahkan diri dan senjata mereka. "Kalau tidak menyerah ya ridak selesai-selesai," kata dia.
Perundingan yang dilakukan RI dan GAM, kata Ryamrizard adalah bentuk itikad baik dari pemerintah untuk perdamaian di Aceh. Pasca tsunami di Aceh, ungkap Ryamrizard ada sekitar 78 anggota GAM yang menyerah dan ditangkap.
Agus Supriyanto






Web via