Telkom Terancam Tak Bisa Rampungkan Laporan Keuangan 2004


TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) terancam tidak mampu menyelesaikan laporan keuangan untuk tahun 2004 ke Bursa Efek Jakarta hari ini. Pasalnya, sampai kemarin (30/3) Telkom belum juga mampu menyelesaikan laporan keuangan tersebut.

Namun, menurut Direktur Utama Telkom Kristiono, Telkom tengah berupaya menyelesaikan laporan keuangan itu. "Laporan keuangan Telkom belum bisa dikatakan terlambat atau tidak terlambat, karena sampai saat ini masih kami proses. Sampai sekarang (kemarin) masih belum selesai," kata Kristiono di Jakarta.

Kristiono mengatakan, sejauh ini tidak ada masalah dengan laporan keuangan Telkom. Perseroan dan auditor Telkom, yakni Siddharta, Siddharta, & Widjaja (KPMG), tetap akan mengupayakan untuk menyelesaikan laporan keuangan ke BEJ itu tepat pada waktunya.

Seperti diketahui, sesuai ketentuan BEJ, laporan keuangan tahunan seluruh perusahaan publik harus sudah disampaikan paling lambat 31 Maret 2005.

Sebelumnya, Kristiono mengakui bahwa perusahaannya kesulitan menyelesaikan laporan keuangannya sesuai aturan BEJ.

"Kami masih berusaha (menyelesaikan penyusunan laporan keuangan tahunan) tidak terlambat," kata Kristiono kepada Tempo akhir Februari lalu.

Menurut dia, KPMG hingga kini (akhir Februari) memang belum dapat merampungkan laporan keuangan Telkom tahun 2004. "Kami usahakan (bisa). Dari perkembangan yang ada sudah hampir selesai," kata dia.

Tapi Kristiono juga meminta pengertian BEJ dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) tentang kesulitan Telkom. Pasalnya, perusahaan raksasa telekomunikasi itu tidak hanya mencatatkan sahamnya di BEJ.

Telkom juga mencatatkan sahamnya di luar negeri, yaitu bursa saham New York (New York Stock Exchange). "Kami minta pengertian pemerintah karena Telkom listing di dua tempat," kata Kristiono.

Konsekuensi atas hal itu, menurut dia, Telkom harus menyusun satu laporan keuangan yang lengkap dan dapat memenuhi segala ketentuan yang berlaku di dua bursa saham berbeda negara itu.

"Kami tidak mungkin membuat (laporan keuangan) hanya untuk BEJ," kata dia. Padahal, ada beberapa ketentuan yang berbeda antara Bapepam dengan badan pengawas pasar modal Amerika Serikat atau Securities Exchange Commission (SEC).

SEC memberlakukan aturan baru pada tahun ini, yaitu setiap perusahaan yang tercatat di pasar modal AS juga harus menyampaikan hasil laporan audit internal kontrol perusahaannya. Peraturan baru ini juga dikenal dengan istilah Sarbannes Oxley.

"Kalau dulu terpisah. Hasil audit internal kontrol tidak disampaikan bersamaan dengan laporan keuangan perusahaan," kata Kristiono. Aturan baru ini, kata dia, menyebabkan Telkom membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan laporan keuangannya.

Selain itu, SEC memiliki peraturan yang sangat ketat mengenai independensi atas akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan sebuah perusahaan. Akuntan publik tersebut atau afiliasinya di suatu negara tertentu harus tercatat dan mendapat izin dari SEC. "Itulah yang membuat masalah lamanya penyelesaian laporan keuangan kami," katanya.

Riska S. Handayani - Tempo

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan