indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Deplu Bentuk Pokja Pembebasan Tiga WNI di Filipina Selatan


TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Luar Negeri Indonesia membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Mindanao untuk pembebasan tiga warga Indonesia yang disandera di Filipina Selatan.

Kelompok kerja dipimpin Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Deplu, Herijanto Soeprapto. "Kami ingin upaya optimal agar tiga WNI kita bisa bebas," ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri, Yuri Thamrin, Jumat (6/5) di Jakarta.

Selain Pokja, pada Kedutaan Besar Indonesia di Manila, Filipina, juga dibentuk Responds Center untuk membantu gerak dan informasi perkembangan ketiga WNI yang sudah diculik sejak tanggal 31 Maret lalu itu.

Pemerintah sendiri mengakui, proses pembebasan ini akan berlangsung lama karena situasi Filipina Selatan tidak dalam kontrol sepenuhnya tentara dan polisi Filipina. "Karena banyak masalah keamanan di sana," ujar Yuri.

Sementara itu, kondisi geografis juga ditandai dengan wilayah yang banyak pulau. Para penculik juga dikabarkan selalu berpindah tempat. "Kami realistis, ini akan memakan waktu yang lama," ujar Yuri.

Saat ini, selain meminta uang sebesar 3 juta ringgit kepada pengusaha Malaysia yang menjadi bos warga Indonesia yang disandera, penculik juga meminta
uang 100 peso, obat-obatan, makanan, dan pakaian untuk keperluan warga Indonesia.

"Kami tidak meladeni ransom (tebusan). Kalaupun uang 100 peso, makanan, pakaian, dan obat-obatan diberikan,itu karena alasan keselamatan mereka (para sandera)," lanjut Yuri.

Yophiandi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X