Perusahaan yang Bayar Upah di Bawah UMR akan Ditindak


TEMPO Interaktif, Depok:Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) mengaku baru mengetahui adanya 13 perusahaan yang membayar upah karyawan dibawah Upah Minimum Kota (UMK) Depok 2004 Rp 681.804. "Kami baru menugaskan tim pengawas untuk mengecek ke lapangan," kata Kepala Bidang Tenaga Kerja, A. Kafrawi di Depok, Kamis (21/7).

Menurut Kafrawi, dinas yang dipimpinnya memiliki data tahunan semua perusahaan yang memiliki badan hukum di Depok. Data itu memuat beberapa hal seperti jumlah pegawai, upah terbesar, dan upah minimum pekerjanya. "Kami sedang kroscek data perusahaan dengan data milik Jamsostek. Jangan-jangan, data yang di Jamsostek adalah gaji pokok bukan take home pay," katanya.

Ke-13 perusahaan itu diantaranya, Rumah Sakit Bhakti Yuda, yang menurut data Jamsostek rata-rata upah pekerjanya sebesar Rp 528.402, PT Central Star dengan upah Rp 260 ribu, dan PT minuman SAP dengan upah Rp 95 ribu perbulan.

Jika perusahaan terbukti menggaji di bawah UMR, Disnaker akan mengirimkan tiga nota peringatan dengan masa jawab 14 hari. Nota pertama adalah preventif edukatif, dilanjutkan dengan nota preventif non judicial, dan terakhir preventif judicial. Normatifnya, perusahaan yang terbukti melanggar dapat dikenai hukuman kurungan maksimal enam bulan atau denda sebesar Rp 50 juta sesuai Undang-undang Nomor 3 tahun 1992 tentang Tenaga Kerja.
"Tapi, karena masalah ini melibatkan pihak tenaga kerja juga keluarganya, kami akan mengusahakan jalur musyawarah agar perusahaan dapat mengupah sesuai ketentuan,"ujar Kafrawi.

Suliyanti Pakpahan

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
di kota bandung banyak perusahan tidak menggaji karyawannya dengan standar umr tolong diliput donk.mkasih
Wajib Baca!
X