Manila Bantah Pengebom Bali Dilatih di Filipina

TEMPO Interaktif, Manila: Aparat Filipina membantah dugaan bahwa para pelaku pengeboman di Bali, 1 Oktober lalu, dilatih di kamp militer gerilyawan di wilayah negara itu.

Direktur Jenderal Kepolisian Nasional Filipina Arturo Lomibao menyatakan bahwa militer telah mengepung semua kamp militer di Mindanao, wilayah selatan negara itu dalam beberapa tahun terakhir. Langkah itu telah memaksa para gerilyawan untuk meninggalkan markasnya.

"Setelah pembongkaran kamp-kamp di Mindanao itu, mereka kini berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Tak ada kamp pelatihan yang mapan, seperti yang mereka bilang," kata Lomibao, Rabu (5/10). di Manila.

Menteri Dalam Negeri Angeli Reyes sehari sebelumnya menyatakan, aparat intelijen Filipina sedang meneliti laporan yang menyebutkan bahwa dalang pengeboman Bali pernah dilatih di Mindanao. Laporan bahwa ada 10 anggota Jemaah Islamiyah asal Indonesia yang kabur ke Filipina juga diteliti.

Adapun Presiden Gloria Macapagal Arroyo mengakui bahwa batas perairan antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina memungkinkan teroris bisa berpindah dari satu negara ke negara lain dengan mudah. AFP