TNI Hati-hati Komentari Normalisasi Hubungan dengan Amerika

TEMPO Interaktif, Jakarta: Markas Besar Tentara Nasional Indonesia berhati-hati mengomentari keputusan pemerintah Amerika Serikat untuk melanjutkan bantuan militer ke Indonesia. "Kami tidak akan berkomentar sampai Presiden Bush berpidato soal ini di depan Kongres," kata Kepala Dinas Penerangan Umum Kolonel Ahmad Yani Basuki, Rabu (23/11).

Pemerinah Amerika, Selasa (22/11) waktu setempat, mengumumkan pencabutan embargo militer untuk Indonesia. Menurut juru bicara Departmen Luar Negeri Sean McCormack, Washington berencana "menyediakan bantuan untuk progam militer khusus dan unit yang bisa membantu modernisasi militer Indonesia".

Yani menyatakan, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto telah meminta Kepala Pusat Penerangan Mayor Jenderal Kohirin agar tidak memberi komentar dulu atas masalah ini.

Selama ini, rencana pencabutan embargo militer ke Indonesia memang selalu dihadang Kongres. Para anggota lembaga itu menyoroti persoalan hak asasi manusia, termasuk penembakan di Timika, November 2002, yang menewaskan warga negara Amerika. Budi