indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Adipura Ikut Tentukan Pemilihan Bupati dan Wali Kota


TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, salah satu kunci bupati atau wali kota terlipih lagi dalam pemilihan kepala daerah harus bisa memenangkan Piala Adipura. Adipura adalah lambang kebersihan yang diberikan pemerintah pusat melalui kantor Kementerian Lingkungan Hidup.

Menurut Kalla, pada masa pemerintahan Soeharto, Piala Adipura selalu dikaitkan dengan loyalitas pimpinan daerah kepada kekuasaan pemerintah pusat. Penghargaan ini, menjadi bagian dari restu agar bupati atau wali kota terpilih kembali. “Tapi sekarang situasi berbeda. wali kota, bupati, tidak dipilih lagi oleh atasan. Tidak dipilih lagi oleh gubernur dan presiden, tapi dipilih rakyat. Karena itu, rakyat harus tahu mana wali kota baik dan yang tidak,” paparnya pada acara Malam Anugerah Lingkungan di Hotel Ritz Calton, Jakarta, semalam.

Yang berhak menggondol Piala Adipura 2005, yaitu Jakarta Pusat, Jepara, Pekanbaru, dan Bangil. Adapun untuk kategori kota metropolitan terkotor adalah Depok, Tangerang, dan Palembang. Sedangkan untuk kota besar terkotor adalah Bandar Lampung, Batam, dan Bogor.
“Ini bukan hujatan," ujar Menteri Negera Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar, saat memberikan sambutan.

Menurutnya, gagasan untuk menyampaikan kota terkotor dalam acara itu atas saran Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tujuannya, kata dia, agar warga dan pemerintah kota tersebut punya rasa malu.

Pada acara itu, juga disampaikan kota-kota yang memperoleh nominasi meraih adipura pada 2006 mendatang, yaitu Padang, Arga Makmur, Semarang, Lumajang, Bangil, Tabanan, Gorontalo, dan Kolaka. Diberikan juga penghargaan pada perusahaan yang dianggap telah menjaga lingkungan. Terdapat 23 perusahaan yang diberi predikat perusahaan hijau, termasuk PT Newmont Nusa Tenggara.

Raden Rachmadi-Tempo

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X