RI Berharap Penangkapan Wamang Dekatkan Jakarta ke Amerika

TEMPO Interaktif, Bukit Tinggi: Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda berharap, penangkapan 12 tersangka penembakan di Timika, 31 Agustus 2002, bisa meningkatkan hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat.

"Selama ini, sedikit banyak kasus Timika menjadi ganjalan terutama di Kongres," kata Hassan seusai pertemuan Presiden Yudhoyono dan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi di Bukit Tinggi, Sumatera Barat, Kamis.

Antonius Wamang, pemimpin kelompok yang diduga sebagai pelaku penembakan yang menewaskan dua warga negara Amerika Serikat dan seorang warga Indonesia, beserta 11 anggotanya ditangkap di Hotel Amole II di Kwamki Lama, Timika, pada pukul 23.05, Rabu (11/1). Penangkapan ini melibatkan FBI, Polres Mimika, dan Tim Mile 6263 yang dipimpin Wakil Kepala Polda Papua.

Hassan berharap agar penangkapan para tersangka bisa mengapus prasangka tentang keterlibatan TNI dalam insiden 31 Agustus 2002 itu. Ia meminta anggota Kongres dan Senat Amerika Serikat tak perlu lagi meragukan komitmen Indonesia dalam menyelesaikan kasus ini.

Ia pun menegaskan, belum ada permintaan dari Biro Penyidik Federal atau FBI untuk membawa para tersangka ke Amerika. "Kerja sama kedua negara hanya pada penangkapan," kata dia. Faisal Assegaf