Warga Bertekad Tempati Lahan Proyek Rel

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sudah empat hari warga Pisangan Timur menempati bekas rumahnya yang dibongkar untuk lahan proyek rel ganda. Warga yang jumlahnya sekitar 40 keluarga tersebut akan nekad walau diusir paksa pemerintah Kota Jakarta Timur.

Mereka kepanasan dan kehujanan. Tenda darurat yang didirikan hanya cukup untuk berlindung ala kadarnya.
"Kami akan tetap tinggal di sini sampai tuntutan dipenuhi," kata Edi Siswandi, 34 tahun.

Edi menuntut bangunan rumahnya yang dibongkar dihargai Rp 1 juta per meternya, bukan Rp 448 ribu yang selama ini diberlakukan. Dia tidak keberatan untuk meninggalkan tempat tinggalnya asalkan diberikan uang ganti rugi yang sesuai.

Warga lainnya juga mempertanyakan kenapa rumah mereka yang jaraknya puluhan meter dari rel kereta terlebih dahulu dibongkar. Sedangkan rumah lain yang berjarak sekitar 20 meter dari rel belum dibongkar.

Selain itu warga merasa tersinggung dinyatakan sebagai warga liar. Mereka mengaku sah menempati wilayah itu karena selalu membayar pajak, memiliki kartu penduduk, dan mendapatkan fasilitas listrik serta telepon. "Kami bukan warga liar, kami terdaftar menempati wilayah ini," kata Edi, Senin (16/1). Aqida Swamurti