Tangani Pasca Panen, Dialokasikan Rp 96 Miliar


TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp 96 miliar untuk membantu penanganan gabah pasca panen 2006. Dana yang cair Februari ini akan didistribusikan ke 320 kabupaten. Setiap kabupaten memperoleh rata-rata Rp 300 juta.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian, Djoko Said Damardjati mengatakan, dana ini antara lain akan digunakan untuk memperbaiki peralatan panen, membayar pengoperasian alat, serta pembelian alat baru. “Dananya sudah cair dari Departemen Keuangan, “ kata Djoko kepada Tempo, Jakarta, Selasa (31/1).

Mengutip data Departemen Pertanian, ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 5.000 unit alat pengering dan 50 ribu unit mesin perontok padi (power thresher). “Alat ini dalam kondisi siap pakai, “ ujarnya.

Menurut Djoko, dengan penggunaan alat panen yang memadai diharapkan penyusutan gabah pada saat panen bisa turun dua persen. Penyusutan gabah saat ini masih 20 persen. Dari angka itu, 14 persen diantaranya terjadi pada saat panen di sawah sedangkan selebihnya terjadi saat pengangkutan dan penyimpanan.

Dia juga memperkirakan, banjir yang melanda sepuluh kota di Pantai Utara Pulau Jawa tidak akan mempengaruhi prediksi Departemen Pertanian terhadap hasil gabah panen raya. Sebab, banjir sudah diperhitungkan sebagai salah satu parameter prediksi.

Departemen Pertanian memperkirakan, panen raya pada Januari-April akan menghasilkan 25,35 juta ton gabah kering giling yang setara dengan 15 juta ton beras. Angka ini mencapai hampir separuh kebutuhan beras nasional sebesar 31 juta ton. Ewo Raswa

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X