Pemerintah Tambah Dana Asuransi Keluarga Miskin
Topik
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menambah Rp 2,7 triliun untuk pelaksanaan asuransi kesehatan keluarga miskin tahun ini. Jumlah ini menambah sisa anggaran tahun lalu yang masih tersedia di PT Askes sebesar Rp 900 miliar.
"Totalnya Rp 3,6 triliun," kata Kepala Pusat Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan, Ida Bagus Indra Gotama, ketika dihubungi Tempo kemarin.
Jumlah itu sesuai kebutuhan anggaran untuk membiayai asuransi kesehatan 60 juta orang miskin di Indonesia selama setahun dengan premi tetap Rp 5 ribu per orang.
Adapun sisa anggaran tahun lalu digunakan untuk pembayaran asuransi triwulan pertama tahun ini. "Tambahan Rp 2,7 triliun digunakan untuk sembilan bulan berikutnya," kata Indra.
Menurut Indra, pembayaran asuransi tahun ini ke pusat-pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit akan berbeda dari tahun lalu. Tahun lalu puskesmas dan rumah sakit harus mengajukan klaim tagihan terlebih dahulu ke PT Askes. Cara ini dinilai menghambat kinerja puskesmas dan rumah sakit.
Tahun ini pemerintah akan memberikan uang muka 50 persen kepada rumah sakit dari rata-rata tagihan bulan sebelumnya. Pembayaran dilakukan tiap bulan. Tujuannya untuk memperlancar kinerja rumah sakit.
Untuk puskesmas, pembayaran dilakukan dengan menghitung jumlah masyarakat miskin di satu kecamatan kemudian dikalikan Rp 1.000. "Pembayaran juga dilakukan tiap bulan," kata Indra.
ami afriatni
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Israel Bantah Tembak Bocah Palestina 13 Tahun Lalu
- Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi
- Layani KJS, RS Port Medical Rugi 20 Persen
- Pemenang Lotere Rp 5,7 Triliun Masih Misterius
- Jusuf Kalla Kembali Terpilih Jadi Ketua CAPDI
- FOTO: Jelang Waisak, Samanera Cuci Patung Budha Tidur
- Gadis Pemotong 'Burung' Dijerat Pasal Penganiayaan
Berita Utama Nasional
- Hasil Investigasi Terbakarnya KRI Klewang Ditunggu
- Ditanya Soal Darin Mumtazah, Luthfi Melirik
- Jhonny Allen Ternyata Belum Tersangka
- Darin Mumtazah Sudah Dua Kali Dipanggil KPK
- Rusuh 1998, Jimly Segan ke Wiranto dan Prabowo
- Polisi Cokok Gembong Penyelundup Manusia dari Iran
- Keluarga Korban Cebongan akan Cek Tersangka













