Pro-Integrasi Minta Kejahatan Fretilin Diungkap
Topik
TEMPO Interaktif, Denpasar: Para warga bekas Timor Timur pro-Indonesia meminta kejahatan kemanusiaan oleh Fretilin pada era 1970-an diungkap. "Itu baru adil setelah mereka (Timor Leste) melaporkan dugaan pelanggaran HAM oleh TNI mulai 1970-an,” kata kata Mateus Maya, Ketua Uni Timor Asuain, di Denpasar, Bali, hari ini.
Bekas Wali Kota Dili 1986-1999 itu menjelaskan, Fretilin (kelompok separatis Timor Timur yang salah satu pentolannya adalah Xanana Gusmao) telah membunuh sekitar 100 ribu warga Timor Timur pada 1970-an. Namun, pada medio Januari, Presiden Timor Leste Xanana Gusmao menyerahkan laporan Komisi Penerimaan, Kebenaran, dan Rekonsiliasi (CAVR) kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa tanpa meminta masukan dari warga pro-integrasi. Laporan itu berisi pelanggaran HAM TNI pada 1970-an.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono besok siang akan bertemu Xanana di Istana Tapak Siring, Bali. Xanana berencana menyerahkan dan menjelaskan laporan Komisi Penerimaan kepada Presiden Yudhoyono.
Rofiqi Hasan


