Mahasiswa Bali Menyoal Peledakan Bom di Poso


TEMPO Interaktif, Denpasar:Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Denpasar, Bali, tadi siang unjuk rasa. Mereka minta aparat hukum membereskan kasus bom di Pura Agung Jagatnatha Narayana Poso, Sulawesi Tengah. Mereka menghimbau umat Hindu di Bali tidak terpancing oleh aksi teroris itu.

Mereka tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Cinta Perdamaian, antara lain menggelar poster dan spanduk yang ain bertuliskan: Usut Tuntas Konflik Poso, Umat Beragama Jangan Mau Diadu Domba, Hanya Atheis yang Melakukan Kekerasan. Mahasiswa juga berorasi.

Menurut Sures D. Kumar, koordinator aksi, aksi bom adalah upaya memperluas konflik Poso. "Padahal umat Hindu dimana pun termasuk di Poso tidak pernah terlibat konflik ini," tegasnya. Pengebomanm, kata dia, memanfaatkan momentum di mana Bali yang mayoritas Hindu menolak Rancangan Undang-Undang Pornografi dan Pornoaksi.

Mahasiswa membuat pernyataan yang dibaca di depan Kepalad Bidang Samapta Kepolisian Daerah Bali Komisaris Besar Ismail Ernawi. Isi penyataan mengecam aparat keamanan gagal menjaga keamanan Poso. Bom di Poso meledak lagi pada Jumat pagi dan melukai seorang warga.

Rofiqi Hasan

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X