Topik
Infografis
Pemerintah Tak Sanggup Danai Perawatan Keraton
TEMPO Interaktif, Solo: Pada anggaran tahun ini pemerintah tidak mengalokasikan dana untuk pemeliharaan dan perbaikan sarana keraton di seluruh nusantara. Pemerintah berharap, keraton bisa mandiri dalam mencari sumber-sumber dana sendiri.
Menurut Menteri Kebudyaan dan Pariwisata Jero Wacik, kantor kementeriannya pada 2006 alokasi anggarannya minim. "Dana yang ada sangat kecil," katanya dalam kunjungannya melihat pameran tekstil di Kampung Batik Laweyan.
Jero Wacik menyempatkan mengunjungi Pura Mangkunegaran dan Keraton Solo. "Idealnya kalau negara makmur maka pemerintah punya tanggung jawab untuk melakukan pemeliharaan bangunan tersebut dalam alokasi anggaran secara khusus. Tapi karena kondisi negara belum makmur terpaksa tidak ada alokasi khusus untuk pemeliharaan peninggalan keraton," ujarnya.
Meski tidak ada anggaran, pemeliharan aset bersejarah tidak boleh dibiarkan. Dia berjanji mengajak semua pihak mencari sumber pembiayaan. "Kalau dana yang tersedia besar sudah pasti kami alirkan ke keraton-keraton tersebut. Kami harus pandai-pandai mencari sumber pembiayaan dari pihak lain, termasuk keraton juga harus mampu mandiri," paparnya.
Menteri juga meminta kepada pengelola keraton agar membuka akses kepada masyarakat. Keraton memiliki potensi yang besar untuk tujuan wisata. "Jangan sampai keraton dan bangunan bersejarah tertutup untuk masyarakat. Karena selain berpotensi tujuan wisata, keberadaan keraton amat penting bagi masyarakat," tambahnya.
Anas Syahirul