Hamid: Terlalu Pagi Mengaitkan Kerusuhan Atambua dengan Eksekusi Tibo Cs

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia belum memastikan alasan di balik penyerangan yang dilakukan ribuan massa terhadap Lembaga Pemasyarakatan di Atambua, Nusa Tenggara Timur. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Hamid Awaluddin, mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan keterkaitan penyerangan Lembaga Pemasyarakatan di Atambua itu dengan eksekusi Tibo dan kawan-kawan, terpidana mati kasus kerusuhan Poso.

"Masih terlalu pagi untuk menyimpulkan. Kami masih akan meminta keterangan petugas di sana, dan berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat," kata Hamid memberikan keterangan soal kerusuhan di Atambua, dalam jumpa pers di kantor Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jumat (22/9).

Sebelumnya, Jumat (22/9) dini hari tadi, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara mengeksekusi mati tiga terpidana kerusuhan Poso. Tiga terpidana mati tersebut adalah Fabianus Tibo, Marimus Riwu, dan Dominggus da Silva.

Dengan intonasi yang terdengar tegang, Hamid menjelaskan, penyerangan terhadap Lembaga Pemasyarakatan di Atambua dilakukan oleh ribuan massa sekitar pukul 08.30 pagi tadi. Penyerangan tiba-tiba itu, menurut Hamid, menyebabkan rusaknya inventaris lembaga pemasyarakatan, mulai dari pintu utama dan sel blok hingga meja dan peralatan komputer di atasnya. Selain itu, kata Hamid, massa juga membuka paksa sel. "Penghuni sel dikeluarkan. Jumlah narapidana saat itu 205 orang. Hanya 15 orang yang tidak dikeluarkan, sisanya keluar," ujar Hamid. Hamid sendiri mengaku telah berkoordinasi dengan petugas keamanan di Atambua untuk mengejar narapidana yang berhasil keluar dari lembaga pemayarakatan tersebut.

Seperti diberitakan, pagi tadi, kerusuhan meletus di Atambua, Nusa Tenggara Timur. Ribuan massa menyerang Lembaga Pemasyarakatan dan mengeluarkan sebagian besar narapidana yang ada di dalamnya.

Menurut Hamid, peristiwa penyerangan itu sendiri terjadi secara tiba-tiba. Ketika penyerangan terjadi. Hamid mengatakan, hanya ada empat petugas keamanan di antara petugas administrasi lembaga pemasyarakatan. Namun, Hamid membantah, pihaknya tidak melakukan persiapan pengamanan terhadap Lembaga Pemasyarakatan di Atambua. "Empat petugas keamanan itu sudah seperti biasanya. Kami selalu alert di sana. Tapi ribuan massa datang seperti air dan menyerang dengan kekerasan," ujarnya.

AGOENG WIJAYA