Situasi di Dili Terus Mencekam


TEMPO Interaktif, Kupang: Puluhan warga negara Indonesia dan warga negara asing kembali mengamankan diri di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, setelah konflik antar etnis kembali meletus di Dili, Ibukota Timor Leste, satu pekan terakhir.

Lebih dari 50 WNA dan WNI yang selama ini bekerja di Dili, sejak Kamis lalu, tiba di Atambua dan akan menetap beberapa lama sampil menunggu keadaan di Timor Leste kembali kondusif.

Kebanyakan warga yang eksodus adalah wanita dan anak-anak. "Situasi di Dili setiap hari tegang dan mencekam. Kami merasa cemas karena geng-geng dari Lorosae (blok Timur) dan Loromonu (Blok barat) saling menunjukkan kekuatan dan terlibat bentrokan di setiap sudut kota. Situasi di Dili sangat tidak aman," kata seorang warga asal Dili, saat dihubungi di Atambua, hari ini.

Saat melakukan aksinya, para perusuh menggunakan panah dan katapel beracun serta berbagai senjata tajam lainnya. "Ada juga yang menggunakan senjata api. Kami tidak tahu, darimana mereka mendapatkan senjata api itu. Tetapi setiap kali terjadi bentrokan fisik, selalu ada korban," lanjut sumber itu.

Jurubicara Pasukan Pengamanan Perbatasan RI-Timor Leste, Mayor Artileri Azis Mahmudi, yang dihubungi pagi tadi melalui telepon selulernya mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari Perwira Penghubung Polri KBRI Dili, Komisaris Besar Polisi Minton Mariaty Simanjuntak, tentang adanya kerusuhan di Timor Leste tersebut.

Jems de Fortuna

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X