Berita Terkait
- Terlantar di Indonesia, Puluhan Warga Eks Timor-Timur Memilih ke Timor Leste
- Timor Leste Putar Film 'Balibo' untuk Rayakan Kemerdekaan
- Polisi Timor Leste Mulai Ambil Alih Tugas Pasukan PBB
- Maskapai Timor Leste Bakal Layani Rute Dili-Denpasar
- Penyelundupan Manusia, Timor Leste Minta Bantuan Australia
Topik
Kekerasan Masih Berlangsung di Dili, Dua Tewas
TEMPO Interaktif, Dili:Malam Jumat sekitar pukul 21.00 waktu Timor Leste, aksi kekerasan terjadi lagi di wilayah Lorumata dan Fatuhada. Aksi itu mengakibatkan dua pemuda tewas dan sekitar empat orang lainnya mengalami luka-luka.
Dua pemuda yang ditemukan tewas tadi pagi di Pantai Kelapa Dili itu bernama sama Domiggos asal Blok Timur, Baucau. Menurut famili korban, Abra'o da Silva yang berada di Lorumata, keduanya tewas setelah sebelumnya tentara Australia menangkap mereka ketika beroperasi di wilayah Lorumata. Waktu itu terjadi bentrokan antargang.
Setelah ditangkap, keduanya dilepas oleh tentara Australia di wilayah Bebonouk. Saat berjalan kaki menuju Lorumata sekelompok orang tak dikenal membunuh keduanya dan mayat mereka dibuang ke Pantai Kelapa Dili.
Komandan Tentara Australia, Mayor Stone, membantah terlibat pembunuhan. Menurutnya, tentara dan polisi PBB asal Australia tak pernah menurunkan pelaku-pelaku kerusuhan di jalan raya atau di wilayah lain. "Memang betul polisi PBB asal Australia dan tentaranya menangkap para pelaku tetapi dibawa ke Polisi Station Kaikoli, Dili, untuk diinvestigasi. Setelah diinvestigasi dilepaskan di Kaikoli, bukan di wilayah lain," ujarnya. Namun ia mengaku akan melakukan investigasi atas kejadian itu.
Berdasarkan pemantauan Tempo, situasi di Dili masih mencekam. Pagi tadi terjadi lagi bentrokan antargang di Lafatik Bandara Internasional dan Pasar Komoro, Dili. Tak lama kemudian polisi PBB mengamankanya.
Jose Sarito Amaral