Presiden Susun Ulang Tugas Unit Kerja Presiden


TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menyusun ulang tata kerja Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi setelah menuai kritik tajam. "Sedang disusun tata kerja dari UKP3R termasuk tugas dan pekerjaan teknis," kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng dalam keterangan persnya di kantor Presiden.

Andi menjelaskan penyusunan tata kerja dilakukan untuk menunjang efektivitas kabinet. Maka pengaturan hubungan kerja Unit Kerja dengan kabinet perlu disusun lebih baik lagi. Penyusunan dilakukan oleh sebuah tim. Andi menolak menjelaskan status Unit Kerja selama penyusunan ulang tata kerja, apakah berarti dibekukantata kerja disusun.

Penyusunan ulang ini dilakukan setelah Presiden bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Jumat siang pekan lalu. Setelah pertemuan, Kalla mengkritik Unit Kerja bentukan Presiden pada 29 September 2006 itu. Menurut Kalla, yang juga Ketua Umum Partai Golkar, tak diperlukan koordinasi di internal pemerintah di luar kabinet. Kritik bertubi-tubi muncul dari sejumlah kalangan, terutama Golkar, terhadap Unit Kerja yang dianggap tugasnya duplikasi dengan tugas Wakil Presiden dan para menteri.

Oktamandjaya Wiguna

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X