Bantuan Sekolah AS, Diharapkan Serap 9 Ribu Sekolah


TEMPO Interaktif, Jakarta:Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Lynn Pascoe mengatakan program pemberian bantuan sekolah senilai US$ 157 miliar diharapkan dapat diserap 9 ribu sekolah di Indonesia. Program yang saat ini telah diikuti oleh sekitar 1.000 sekolah, kata Pascoe, diberikan untuk membiayai program selama 5 tahun.

"Dalam satu sampai dua bulan ke depan, sekitar 1.500 sekolah akan mengikuti program ini. Sehingga, mencapai total, 9 ribu sekolah," kata Pascoe dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (21/11). Program ini, lanjutnya, telah terbukti memberikan perubahan kepada kualitas anak-anak itu. "Nilai mereka naik karena pola pengajaran yang moderen," ujarnya.

Sesame Street, kata Pascoe, bukanlah program milik pemerintah Amerika Serikat. "Tapi program swasta yang memberikan anak-anak pra sekolah dasar-dasar membaca, berbicara, dan matematika sebelum masuk sekolah dasar," jelas Pascoe. Sehingga, lanjutnya, pola pengajaran di Sesame Street akan membantu anak-anak ketika masuk sekolah dasar.

Ia menceritakan, ide program ini sebenarnya berasal dari masyarakat Indonesia. "Program Sesame Street sendiri berhenti tayang di Indonesia pada tahun 1990-an," kata Pascoe. Ia melanjutkan, karena pemerintah Amerika Serikat melihat Indonesia masih membutuhkan bantuan di pra sekolah, sekitar awal tahun 2000 hingga 2002 dilakukan survei kepada masyarakat Indonesia. "Suara terbanyak mengatakan, mereka sangat kuatir dengan pendidikan sekolah anak-anak kami," ujarnya.

Dengan dasar itu, pemerintah Amerika Serikat berusaha menolong para guru untuk mengajar dengan cara moderen. "Anak-anak duduk di sebuah meja bundar dan mengangkat tangan mereka saat bertanya. Anak-anak sangat aktif," ujar Pascoe. Kelas seperti ini, lanjutnya, merupakan sebuah cara yang baik untuk mengajar anak di dunia moderen ketimbang anak-anak ini duduk seperti kelas di Indonesia pada umumnya. Selain Indonesia, ide ini pun telah diterapkan di Mesir dan beberapa negara lain yang jumlahnya mencapai 10 negara.

Dalam konferensinya itu Pascoe dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya atas pendapat beberapa masyarakat Indonesia bahwa rusaknya anak-anak Indonesia disebabkan oleh pengaruh Amerika Serikat. "Maaf, itu tidak masuk akal!" katanya. Ia melanjutkan, sebaiknya masalah ini dibicarakan dengan para orang tua dari anak-anak ini bukan kepada pemerintah Amerika Serikat.

Rieka Rahadiana

Komentar (7)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
tolong sekolah kami dilibatkan dalam program kegiatan bantuan pemerintah Amerika
0
0
tolong sekolahan kami dibantu untuk pembangunan gedung sekolah biar lebih layak agar anak didik kami bisa belajar dengan tenang dan lebih serius.
0
0
kami sangat berharap, kami menjadi bagian dari 9000 sekolah yang akan dibantu. keadaan cemas berkecamuk dibenak kami setiap hari (para guru dan murid2)dalam melakukan kegiatan mengajar berlangsung. \"kami takut tertimpah reruntuhan bangunan\". (sma yapni bogor)
0
1
mohon bantuan untuk sekolah kami SMK AL IHSAN PAMARICAN, keadaan sekolah kami rusak berat, sedangkan pemerintah tidak memberikan respon.
0
0
mencoba membangun pendidikan bermutu yang gratis
Selanjutnya
Wajib Baca!
X