indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Operasi Pasar, Stok Bulog Makassar Berkurang


TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kepala Sub Divre VII Bulog Makassar Ramli Hasan mengatakan, untuk menekan harga beras pihaknya secara rutin melakukan operasi pasar. Hanya saja saat ini stok beras Bulog sudah mulai berkurang, yakni hanya 60 ribu ton yang diperkirakan masih cukup untuk waktu tiga bulan ke depan.

Menurut Ramli, penyebab kurangnya stok beras diwilayah ini karena Sulawesi Selatan yang selama ini dikenal sebagai daerah surplus beras, juga harus mengirim beras
kebeberapa daerah seperti Ambon, Irian dan Palu sehingga stok bulog terkuras, padahal panen tahun 2006 sempat gagal karena cuaca yang buruk. Selian itu kemungkinan musim panen tahun 2007 ini bakal mundur karena musim hujan yang lambat datang.

Tetapi kemungkinan awal Maret, stok beras dipasaran sudah kembali normal, karena memasuki bulan Maret, dibeberapa wilayah di Sulsel sudah mulai masuk musim panen. Meski dengan perhitungan pas-pasan, pihak Bulog tetap melaksanakan operasi pasar, Rabu (14/2), yang tersebar di lima pasar tradisional di Makassar yakni Pasar Pannampu, Pasar Pabbaeng-baeng, Pasar Daya, Pasar Sambung Jawa dan Pasar Terong.

Dengan jumlah beras yang dioperasikan sehari rata-rata 135 ton, yang tiap pasarnya disubsidi 5 ton per hari dengan harga Rp 3.700 per kg.

Adapun alasan pengadaan operasi pasar di Kota Makassar menurut Ramli, karena ternyata, di pasar-pasar tradisonal sudah kehabisan stok, yang mengakibatkan melonjaknya harga beras kualitas medium jadi Rp 4.500 hingga Rp 5.000 per kg.

Selain di pasar-pasar tradisonal operasi pasar juga dilakukan di 40 pemukiman yang dianggap memiliki masyarakat kurang mampu dan di kantor Sub Bulog Makassar, yang setiap harinya ramai dipadati pembeli. Hanya saja, pembelian dibatasi maksimal 10 kg per orangnya. Hal tersebut untuk menghindari adanya para pedagang eceran yang membeli beras dan dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Operasi pasar di Makassar ini telah dilakukan sejak Desember 2006 lalu, hanya saja sejak sepekan ini operasi dilakukan setiap harinya. Hingga batas waktu yang tidak
ditentukan, dengan harapan tidak terjadinya lonjakan harga beras yang tinggi.

Beras kualitas medium di pasar tradisional misalnya ditekan dengan harga maksimal pada harga Rp 4.200 per kilogram.

Irmawati

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X