Berita Terkait
Calon Presiden Timor Setujui Etika Kampanye
TEMPO Interaktif, Dili: Delapan calon Presiden Timor Leste menyetujui 24 kode etik kampanye calon presiden dengan menandatanganinya pada hari ini di Hotel Timor, Dili, Timor Leste. Kampanye akan berlangsung dari 23 Maret hingga 6 April.
Pemilihan umum presiden akan berlangsung pada 9 April dan menjadi pemilihan langsung pertama sejak negeri itu menyatakan kemerdekaannya pada 2002.
Para calon itu adalah Perdana Menteri Jose Ramos Horta, Ketua Partai Fretilin Fransisco Guterres, Ketua Partai Asosiai Demokrat-Sosial Timor Fransisco Xavier do Amaral, Ketua Partai Sosial Timor Avelino Coelho, Ketua Partai KOTA (Asosiasi Pejuang Timor) Manuel Tilman, Ketua Partai Demokrat Fernando de Araujo, Ketua Partai Uni Demokrat Timor Joao Viegas Carrascalao, dan Wakil Ketua Partai Sosial Demokrat Lucia Lobato.
Penandatanganan itu disaksikan beberapa tokoh, seperti Presiden Timor Leste Xanana Gusmao, Ketua Pengadilan Tinggi Claudio Ximenes, perwakilan Kejaksaan Agung Ivo Valente, Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Atul Khare, perwakilan parlemen Jacob Fernandes, serta perwakilan gereja dan organisasi nonpemerintah.
Kode etik itu berisi, antara lain, bahwa setiap kandidat harus menghargai kebebasan pers, tak boleh mencemarkan nama baik orang lain, tak memfitnah, tak boleh menggunakan fasilitas negara, menghindari kekerasan, dan menjaga prinsip pemilihan umum yang langsung, umum, bebas dan rahasia.
Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Faustino Cardozo, para kandidat yang melanggar kode etik itu akan diberi sanksi. Kasus mereka akan diajukan ke Kejaksaan Agung, kemudian jaksa akan mengajukan kasus itu ke Pengadilan Tinggi untuk diproses.
"Kode etik ini menuntut delapan kandidat untuk menghormati hasil pemilihan atau menolaknya melalui pengadilan yang sesuai," kata Atul Khare, wakil PBB yang turut menandatangani kode etik itu sebagai saksi.
JOSE SARITO AMARAL