Petani Kecewa Patokan Harga Gabah dan Beras Pemerintah
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Infrastruktur Pertanian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Icu Zukafril mengatakan petani kecewa dengan Harga Pokok Pembelian (HPP) gabah dan beras yang ditentukan pemerintah. "Itu rendah sekali," kata Icu kepada Tempo setelah acara dialog di Jakarta, Sabtu (7/4).
Harga pokok pembelian yang ditetapkan pemerintah, menurut Icu, jauh dari perhitungan petani yang telah mengeluarkan modal untuk membeli bibit, pupuk dan pemeliharaan sampai panen tiba. Harapannya, kata Icu, harga untuk gabah kering sebesar Rp 2.500 per kilogram dari harga semula Rp 1.730 per kg, sedangkan harga beras menjadi Rp 4.500 per kilogram dari harga semula Rp 3.550 per kilogram. "Itu yang petani inginkan," katanya.
Seperti diberitakan, pada 31 Maret lalu, pemerintah mengumumkan Inpres Nomor 3 tahun 2007 tentang HPP Gabah dan Beras. Dalam Inpres yang mulai berlaku 1 April 2007 menyebutkan, HPP gabah Rp 2.000 per kilogram dan beras sebesar Rp 4.000 per kilogranm.
Icu menambahkan, meskipun harga HPP jauh dari harapan petani, dia meminta Perum Bulog dapat langsung turun ke petani untuk membeli gabah dan beras petani. "Jangan mind set-nya (pola pikirnya) impor terus karena dapat fee," katanya.
Dia menilai, sejumlah kantor Bulog yang ada di daerah mampu membeli gabah dan beras petani. "Tapi yang bikin sulit itu, mind set-nya tadi," ujarnya.
Rini Kustiani
Komentar (0)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- Direktur Pertamina Mengajar di SMU 1 Kediri
- Daftar Nama Capres Pilihan Partai Demokrat
- Perempuan Ini Punya Empat Ginjal
- FOTO: Para Peraih Penghargaan Billboard Music Awards
- Angga/Rian Buka Kemenangan Indonesia atas India
- Tekanan Kabin Drop, Lion Air Gagal Terbang
- Rafa: Suporter Chelsea Sudah Lama Mendukungku













