KSAL Baru Kaji Ulang Pembelian Kapal Selam Rusia


TEMPO Interaktif, Surabaya:Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya Sumardjono akan mengevaluasi dan mengkaji program pembelian kapal selam ke Rusia rancangan KSAL yang digantikannya, Slamet Soebijanto. Pembelian kapal selam akan disesuaikan kemampuan anggara pemerintah.

"Kami akan melihat kapal selam dari manapun juga menyesuaikan kemampuan negara," kata Sumardjono, seusai menerima jabatan barunya, di Surabaya, Senin (12/11).

Angkatan Laut pada 2008 akan memprioritaskan over well dua kapal selam. Menurut bekas Ispektur Jenderal Departemen Pertahanan ini, kapal selam tetap dibutuhkan Indonesia. Kalau dua kapal TNI Angkatan Laut belum sesuai luas lautan Indonesia.

Sumarjono hari ini menerima jabatan baru dari KSAL Laksamana Slamet Soebijanto, di Komando Armada Timur, Dermaga Ujung, Surabaya. Acara dihadiri Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutanto, Kepala Staf Angkatan Udara dan Angkatan Laut serta sejumlah anggota DPR.

Kapal selam akan ditinjau ulang karena TNI Angkatan laut masih memerlukan stasiun bantu yang memerlukan biaya besar. "Harus dipikirkan juga tak mungkin mengadakan alat utama sistem pertahanan tanpa memikirkan pendukungnya. Harus diperhitungkan anggaran," kata dia.

Adi Mawardi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X