Mesin Politik Tidak Jalan, Calon dari PKB Kalah Telak

TEMPO Interaktif, Semarang:
Pengamat politik Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Andreas Pandiangan mengatakan, kekalahan telak yang dialami pasangan Partai Kebangkitan Bangsa, Agus Soeyitno dengan Kholiq Arif dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah kemarin, disebabkan tidak optimalnya mesin politik partai. "Berdasarkan hasil pengamatan dan pengakuan fungsionaris partai, mereka mengaku mesin politik tidak berjalan optimal," kata Andreas, Senin (23/6).

Tidak optimalnya mesin politik partai itu, kata Andreas, disebabkan keterlambatan partai menetapkan pasangan calon, yang hanya sekitar tiga bulan menjelang pemilihan. "Waktu tiga bulan tidak cukup untuk melakukan sosialisasi secara optimal. Padahal calon yang lain melakukan sosialisasi dua tahun lebih," tambah Andreas.

Meski tidak terlalu signifikan, perpecahan di tubuh partai antara kubu Gus Dur dan Muhaimin juga menjadi penyebab mlempemnya mesin politik. Ali Anshori, Wakil Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah yang juga manajer tim suskses Agus - Kholiq mengakui, ketidak optimalan mesin politik partainya.

Namun Ali membatah, jika ketidak optimalan mesin politik partai itu disebabkan jajaran partainya tidak solid. "Mesin poltik partai sangat solid. Masalahnya, kami tidak mempunyai amunisi dan logistik yang cukup," ujar Ali. "Lihat saja, sosialisasi saat kampanye yang kami lakukan sangat terbatas," tambahnya.

Hasil perhitungan cepat sementara Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Tengah menempatkan pasangan Bibit Waluyo-Rustriningsih dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan pada posisi pertama dengan 42,4 persen disusul Bambang Sadomo - Muhammad Adnan dari Partai golkar dengan 22,5 persen.

Urutan ketiga, dipegang pasangan Sukawi Sutarip-Sudharto yang dicalonkan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera dengan 16,8 persen. Urutan keempat, pasangan Muhammad Tamzil - Rozaq Rais dari Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional dengan 11,9 persen. Posisi terakhir adalah pasangan dari Partai Kebangkitan Bangsa, Agus Soeyitno-Kholiq Arief dengan 6.4 persen. Sohirin