indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pengawasan Tenaga Outsourcing Lemah


TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengawasan terhadap penggunaan tenaga outsourcing dinilai lemah oleh anggota Dewan Komisi Kesehatan Chairul Anwar.

Tenaga outsourcing seharusnya hanya digunakan untuk membantu pekerjaan utama, bukan pekerjaan yang berhubungan langsung. Namun, ada saja perusahaan yang melanggarnya. "Perusahaan dilarang mempekerjakan tenaga outsourcing apapun alasannya," kata Chairul hari ini (27/06).

Menurutnya, ada perusahaan industri otomotif yang tetap memakai jasa outsourcing untuk melakukan pekerjaan utama merakit sepeda motor, tetapi dia tidak menyebutkan perusahaan itu.

Chairul mengatakan pengawasan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi lemah, tidak ada upaya pencegahan yang seharusnya dilakukan sesuai dengan kewenangan mereka. Akibatnya perusahaan leluasa melakukan praktek yang bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003.

Undang-undang itu mengatur tenaga outsourcing hanya melakukan pekerjaan cleaning service, security, catering, jasa penunjang pertambangan, dan jasa antar jemput karyawan.

"Kalau tenaga pengawas itu menjalankan fungsinya dengan baik, maka kita yakin perusahaan tidak akan berani melakukan praktek outsourcing yang tidak sesuai," katanya.

Aqida Swamurti

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X