Konsumsi Bahan Bakar Bersubsidi Melebihi Kuota


TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi tahun ini melonjak menjadi 40 juta kiloliter dari 35 juta kiloliter. Anggota Komite Badan Pengatur Adi Subagyo mengatakan, selama semester satu konsumsi minyak bersubsidi mencapai 63 atau 22 juta kiloliter. "Konsumsi semester satu sudah melebihi kuota," ujarnya, Jumat (18/7).

Menurut dia, lonjakan konsumsi akibat pertumbuhan kendaraan bermotor, aksi borong oleh spekulan, disparitas harga bahan bakar subsidi dan nonsubsidi. "Konsumen pertamax beralih ke premium," katanya.

Badan pengatur, kata dia, akan mengusulkan perubahan asumsi konsumsi bahan bakar pada semester kedua. Diperkirakan konsumsi akan naik menjelang pemilihan umum dan masa panen tembakau. Adi mengungkapkan, konsumsi bahan bakar di Jakarta dan Jambi 10 persen melebihi kuota.

NIEKE INDRIETTA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X