Topik
Pengusaha Unggas Diminta Tekan Harga
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah meminta pengusaha unggas menekan harga agar tidak berdampak terlalu besar terhadap inflasi. "Sebab daging dan telur unggas berkontribusi sekitar 8,4 persen terhadap inflasi saat ini," ujar Deputi Menteri Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan, Bayu Krisnamurthi, pada seminar nasional Pusat Informasi Pemasaran Hasil Unggas (PINSAR), Senin (11/8).
Pada Periode Januari-Juli 2008, pengaruh daging unggas terhadap inflasi bahan makanan mencapai 13 persen. Sedangkan pengaruhnya terhadap inflasi total sekitar 5,2 persen. Telur unggas sendiri berkontribusi sekitar 10,4 persen terhadap inflasi bahan makanan dan 3,3 persen terhadap inflasi total.
Menurut Bayu, harga unggas tidak ditentukan pemerintah, "Karenanya pemerintah meminta pelaku pasar bisa menekan harga daging dan telur unggas." Data dari PINSAR menyebutkan harga per kilogram daging ayam antara Rp 20 ribu - 25 ribu dan harga telur ayam sekitar Rp 14 ribu per kilogram.
"Hal ini dipengaruhi harga pakan ayam boiler yang mencapai Rp 5300 dan pakan ayam layer seharga Rp 4200 pada Juni lalu," ujar Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas, Paulus Setiabudi. Selain itu, daya beli masyarakat yang tidak terlalu tinggi juga membuat harga unggas, terutama daging, menjadi fluktuatif
CORNILA DESYANA
Web via