Enam Bulan Tak dibayar, Guru Bantu Protes


TEMPO Interaktif, Ngawi:Puluhan guru bantu di Kabupaten Ngawi memprotes terlambatnya pembayaran honor selama enam bulan. Peserta aksi mewakili 170 guru bantu yang mengalami nasib serupa. Mereka tersebar di 17 kecamatan. Mereka mendatangi kantor Bupati Ngawi, Selasa (2/09)

Salah seorang pengunjukrasa, Eka Ermiyanti mengaku sempat putus asa karena tidak mendapat jawaban setelah beberapa kali menanyakan haknya kepada Dinas Pendidikan setempat. Untuk itu, mereka nekat menggelar aksi unjukrasa agar ditanggapi langsung Bupati Ngawi.

"Kami menagih hak, setelah sekian lama mengabdi untuk pendidikan," katanya.

Eka mengaku sangat membutuhkan honor sebagai untuk memenuhi kebutuhan hidup. Apalagi saat memasuki bulan Ramadhan kebutuhan pokok mulai merangkak naik.

Selama Januari 2008, guru bantu hanya dibayar dua bulan yakni pada Mei dan Juni. Honor yang diterima setiap bulan sebanyak Rp 710 ribu. Mereka juga menuntut untuk diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dari total 1545 guru bantu di Ngawi, 170 orang diantaranya belum diangkat menjadi PNS.

Bupati Ngawi Harsono saat menemui para pengunjukrasa berjanji segera menyelesaikan pembayaran honor guru bantu. Selain itu, dia juga menjanjikan mengangkat semua guru bantu menjadi PNS. "Paling lambat akhir tahun ini," pungkasnya. Eko Widianto

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X