indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Mozaik Kisah Perjalanan Gaghana

Mozaik Kisah Perjalanan Gaghana

Fashion show karya Ronald V. Gaghana di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (20/08). TEMPO/Yosep Arkian

peragaanTEMPO Interaktif, Jakarta: Ada oleh-oleh cantik dari perancang Ronald V. Gaghana di tiap perjalanan kariernya yang penuh sensasi dan imajinasi. Ia tak membiarkan semua kenangan akan tempat-tempat eksotis di belahan dunia menguap begitu saja. Itulah yang terjadi di Hotel Darmawangsa saat Gaghana menggelar beragam oleh-oleh cantiknya dalam sebuah peragaan busana muslim bertema The Journey.

Peragaan busana tunggal Koleksi Mulla 2008 ini adalah label busana muslim pilihan Gaghana. "Saya ingin memberikan inspirasi tanpa batas. The Journey merupakan kisah perjalanan yang dimulai dari jejak sejarah kota tua Kyoto," katanya menjelaskan.

Gaghana sangat terkesan dengan Kyoto yang sarat kekayaan arsitektur. Ia juga mengagumi kemewahan kimono yang ikonik dari Negeri Matahari Terbit itu. Inspirasi lain muncul dari potongan kisah perjalanan lainnya ketika menelusuri kekayaan The Maharaja, Agra India yang kaya sentuhan embroidery serta warna-warna keemasan.

Tidak lupa ia menyertakan sentuhan kehangatan dan kemewahan dari Persia-Iran. Diakhiri eksplorasi keindahan kota tereksotis di Afrika, Marrakesh, yang tampak agung dalam balutan djellaba dan kaftan. "Ini potongan kisah perjalanan saya di lintas Asia, Timur, dan Afrika. Mulai Jepang, Iran, India, sampai Afrika," kata Gaghana.

Belum lagi pesona kota penghasil karya-karya terindah di dunia, Qom. Terinspirasi kota itu, Gaghana menghadirkan kepiawaiannya menyulam serta menguntaikan satu demi satu bebatuan, manik-manik, dan pernik perhiasan lain dengan pengerjaan tangan nan rumit. "Saya tahu pengerjaannya sangat sulit, namun kisah perjalanan di Qom mengajarkan sesuatu, yaitu inspirasi dan kekuatan koleksi busana muslim kali ini," ucap mantan asisten di butik Biyan Wanaatmadja itu, yang bersyukur bisa menghadirkan koleksi terbarunya.

Keindahan detail aplikasinya melalui pilihan bahan yang membentuk bunga serta untaian beads membentuk serantaian kalung yang mewarnai koleksinya. Gaghana pun memilih materi bahan dasar pilihan, seperti chiffon, Thai silk, satin silk, linen, taffeta, dan tenun ATBM.
Sentuhan permainan warna, seperti sapphire, blue, gold, ivory white, serta warna-warna lembut macam nude, blush light green, dan coffe brown membuat Gaghana bebas mengekspresikan karya-karyanya menjadi sebuah kekuatan dalam koleksinya kali ini.

Meski mengusung tema The Journey, Gaghana masih mengamati selera pasar dan tren yang berlaku. "Seperti lengan panjang yang bisa dibongkar pasang, karena sesuai dengan selera dan keinginan pasar," katanya.

"Aku suka karya Ronald. Kendati bukan muslim, ia tahu bagaimana cara mempercantik diri dengan baju panjang begini," puji Sarita, mantan model yang terkesan dengan baju muslim bongkar pasang karya Gaghana. Pada saat ingin tampil mewah ala gaun pesta, lengan panjang tinggal dibuka. "Nah, kalau mau dipakai untuk saat Ramadan, ya, dipasang lagi supaya tampak menarik," kata Sarita.

HADRIANI P

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X