indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Duabelas SAR Jember Cari Mahasiswa UGM yang Hilang di Semeru

Duabelas SAR Jember Cari Mahasiswa UGM yang Hilang di Semeru

Andika Listyono Putra/Istimewa

TEMPO Interaktif, Jember - Organisasi Pecinta Alam (OPA) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengirimkan 12 relawan untuk membantu pencarian pendaki yang hilang di Gunung Semeru, Jum'at (31/7) pagi. Mereka adalah aktifis pecinta alam dan Save and Rescue (SAR) Jember. "Kami punya pengalaman dan memahami medan di Semeru," kata Koordinator tim SAR Jember, Stevanus Bardonsky kepada Tempo.

Mereka akan membantu tim penyelamat untuk menemukan Andika Listyono Putra, mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, yang hilang di Semeru pada Selasa (28/7) lalu. Tim itu berangkat dari sekretariat OPA Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia Jember.

Stevanus menambahkan, tidak menutup kemungkinan jumlah relawan tersebut akan bertambah karena ada beberapa mahasiswa pencinta alam yang akan menyusul berangkat ke Semeru. "Ada beberapa mahasiswa yang masih mengikuti kuliah dan ujian pada hari ini, sehingga mereka akan berangkat dan menyusul tim relawan yang pertama," katanya.

Andika, berangkat mendaki ke puncak Gunung Semeru bersama 4 orang temannya dari Sentrajana. Bersama mereka, kemudian juga bergabung seorang pendaki mahasiswa dari Akindo, Yogyakarta, dan seorang pendaki lain dari Surabaya.

Ketujuh pendaki ini naik ke puncak Gunung Semeru (ketinggian 3.676 mdpl) pada Selasa (28/7) malam, melewati Pos Pendakian Ranupane, Lumajang. Kecelakaan pendakian terjadi ketika mereka hendak turun dari puncak Gunung Semeru pada Selasa pagi. Sekitar pukul 09.00 WIB, mereka terjebak dalam badai pasir di kawasan Arcapada ( sekitar 3000 mdpl) yaitu area lereng berpasir dengan kemiringan tajam di puncak Semeru.

MAHBUB DJUNAIDY

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X