Mengenang Pelukis Ahmad Sadali

Mengenang Pelukis Ahmad Sadali

Lukisan karya A. Sadal

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sosok almarhum Ahmad Sadali seolah hadir kembali dalam sebuah diskusi mengenang sang pelukis abstrak yang digelar di Jakarta pada Jumat malam pekan lalu. Acara yang dipandu kurator seni Ucok aminudin Siregar itu menampilkan tiga pembicara dengan latar berbeda. Mereka adalah Prof. Jusuf Effendi D, MA (Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti, Jakarta), DR. Ravi Ahmad Salim (putra Ahmad Sadali), dan pemilik galeri Edwin Rahardjo.

Menurut Jusuf Effendi, Sadali adalah seorang pelukis abstrak meski dalam setiap karyanya ia tak pernah menyebut demikian. “Setiap lukisan Ahmad Sadali merupakan ungkapan yang mewakili nilai religiusnya,” kata Jusuf.

Jusuf mencontohkan lukisan “Gunungan Emas” karya Sadali pada 1980. Lukisan tersebut menggambarkan sketsa komposisi segitiga, di mana dalam segita terkandung refleksi dalam batin Sadali. “Segitiga itu terdiri dari tiga unsur, Tuhan di sebelah atas puncak, sudut manusia dan alam di sebelah bawahnya,” Jusuf menjelaskan.

Lahir di Garut, Jawa Barat, 29 Juli 1924, Sadali menempuh pendidikan seni rupa di Institut Teknologi Bandung di bawah bimbingan Ries Mulder. Ia kemudian memperoleh beasiswa untuk belajar seni rupa di Amerika Serikat. Ia mendalami ilmu seni rupa di Department of Fine Arts, University of Iowa, dan New York Art Student League.

Sekembali dari Amerika, Sadali mulai mengembangkan gaya seni lukisnya yang khas dalam corak abstrak. Ia kemudian memadukannya dengan tema-tema spiritualitas dan mistisisme Islam. Sadali menerima Anugerah Seni dari Pemerintah RI pada 1972. Sang pelukis wafat pada 1987.

Pemilik galeri Edwin Rahardjo mengenang karya-karya Sadali penuh misteri, emosi jiwa, dan simbol. “Seperti ada kekuatan yang penuh misteri di dalam setiap lukisan beliau,” kta Edwin, yang mengoleksi belasan lukisan Sadali.

Herry Fitriadi

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X