foto

Bongkar muat CPO di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (23/10). Pemerintah menerapkan kebijakan penurunan tarif pungutan ekspor minyak kelapa sawit mentah dari 7,5 persen menjadi 2,5 persen. TEMPO/Puspa Perwitasari



Atasi Perang Tarif, Truk Kontainer Akan Diremajakan  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah menilai peremajaan truk kontainer bisa mengatasi perang tarif angkutan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Organisasi Angkutan Darat akan diminta mengevaluasi kondisi truk berumur di atas 20 tahun agar tak terlalu banyak yang beroperasi.

"Kami akan meminta Organda untuk mempelajari apakah perlu peremajaan truk kontainer," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso di Jakarta, Jumat (12/3).

Suroyo mengatakan, kelebihan truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, bisa saja disebabkan oleh armada tua yang masih beroperasi. Kelebihan itu menimbulkan persaingan di antara pengusaha sehingga saling menurunkan tarif.

Dia menilai, truk-truk berumur di atas 20 tahun seharusnya sudah balik modal (break even poin), bahkan sudah untung. Sehingga sudah sewajarnya diremajakan.

Suroyo juga meminta Organda mengevaluasi jumlah ideal truk kontainer yang beroperasi di Tanjung Priok untuk menghilangkan perang tarif. Ia khawatir perang tarif akan dibarengi dengan penurunan pelayanan. "Kalau tarif rendah pelayanannya juga akan rendah," ujarnya.

DESY PAKPAHAN