Meski Diduga Palsu, Paus Sempatkan Doa di Depan Kain Kafan Yesus

Meski Diduga Palsu, Paus Sempatkan Doa di Depan Kain Kafan Yesus

Kafanyang dipercaya sebagai kain kafan Yesus. AP/Antonio Calanni

TEMPO Interaktif, Roma - Paus Benediktus XVI ternyata memilih berdoa di depan kain kafan dari Turin, yang diyakini banyak orang adalah kain kafan Yesus Kristus. Itu dilakukan Paus pada Minggu lalu, 2 Mei 2010. Keputusan itu berbeda dengan kebijakan para pendahulunya yang tak percaya pada kain kafan tersebut.

Pada hari itu Paus Benediktus bergabung dengan orang-orang dan memanjatkan doa. Dia berdoa dengan serius depan kain itu di Katedral St Yohanes Pembaptis di Turin, Italia.

Langkah itu mengejutkan. Soalnya, kaum yang skeptis menuding kain kafan itu tak ada hubungannya dengan Yesus. Mereka menganggap itu adalah pemalsuan cerdik abad pertengahan. Soalnya, hasil pengujian radiokarbon menunjukkan bahwa umur kain kafan itu masih muda. Kain itu diperkirakan ada jauh setelah Yesuh meninggal.

Langkah Paus Benekditus sedikit berbeda dengan pendahulunya. Paus Yohanes Paulus II pernah mengunjungi kain kafan itu ketika berada di depan publik pada tahun 1998. Dia mengatakan Gereja Katolik "tidak memiliki kompetensi khusus" untuk menyatakan keaslian kain kafan itu.

Benedict melangkah lebih jauh. Selain berdoa dia mengatakan setelah meditasi bahwa kain itu adalah "ikon tertulis dalam darah, darah seorang pria yang dicambuk, dimahkotai duri, disalibkan, dan terluka di sisi kanannya."

Kain kafan itu dipamerkan untuk publik sejak 10 April lalu. Pameran itu ditutup akhir bulan ini. Ada sekitar dua juta peziarah dan wisatawan berdesakan untuk melihatnya. Kain sepanjang 14 meter, dan lebar kain 3,5 meter disimpan di kotak kaca antipeluru di kapel katedral Turin. Sebuah kebakaran gereja pada tahun 1997 hampir menghancurkan kain kafan itu.

Gereja Katolik Roma tidak menyatakan keaslian Kain Kafan Turin, yang ditemukan di kota Troyes, tenggara Paris, Prancis, pada pertengahan abad ke-14. Kain kafan itu menjadi milik Savoy di abad ke-15, dan mereka pindah ke Turin pada tahun 1578. Monarki yang memerintah Italia sampai akhir Perang Dunia II akhirnya mewariskan kain kafan itu untuk Tahta Suci pada tahun 1983.

Kain ini pernah diuji keasliannya. Sebuah tes radiokarbon dilakukan. Tes radiokarbon biasanya terbukti ampuh untuk mengukur umur fosil atau suatu benda. Dari hasil uji radiokarbon pada 1988, diketahui bahwa kain itu berasal dari tahun 1260 dan 1390.

Kain kafan ini terlihat istimewa. Dia berukuran 4,36 meter dan lebar sekitar 1 meter lebih. Di kain itu seperti tergambar gambar samar-samar wajah laki-laki berjanggut seperti gambar dalam negatif film. Layaknya orang disalib. Sebagian orang mempercayai itu adalah wajah Yesus.

THE CHRISTIAN| LIVESCIENCE|
NUR HARYANTO

Berita Terkait:

- Kain Kafan Turin Abad Pertengahan Terbukti Palsu


Komentar (3)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
kalau dulu pakai kain kafan,...sekarang pakai jas/baju mahal,.....berarti ada yang baru dalam ajaran kita,...???,..atau ada yang merubahnya,..?????,..termasuk kitab suci kita,...???..jangan jangan,.....??,..ketentuan / aturan yang asli dapat dimana,...maksudku aturan tentang kafan ini...?
0
0
teman2 seiman dalam yesus mari kita tidak usah masalahkan tentang kain kapan dan baju untuk kita bawa kalu kita sudah meninggal dalam yesus kita sama berarti soal pakean pun bisa sama . Tuhan yesus memberkati.
0
0
Terlepas benar/tidk itu kain kafan Yesus, mjd pemikiran qta, apabila qta meninggal, mestinya qta di bungkus dgn kain kafan, bukan dgn baju mahal, jas, dsb, krn semua akan kembali mjd tanah.
; $foto_slide_judul =

Musik/Film

; $foto_slide_judul =

Musik/Film

Wajib Baca!
X