indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Ribuan Rumah di Pasuruan Terendam Banjir


TEMPO Interaktif, Pasuruan - Banjir merendam 10 desa di empat kecamatan di Kabupaten Pasuruan, Rabu (12/5). Ribuan rumah terendam banjir dengan ketinggian mencapai lutut hingga dada orang dewasa.

Daerah yang terendam banjir meliputi Kecamatan Gempol, Beji, Bangil dan Kraton, Kabupaten Pasuruan, serta Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Banjir bandang disebabkan meluapnya Sungai Kedung Larangan, Wrati dan Welang. "Banjir terjadi akibat hujan deras selama lima jam," kata Muhib, warga Bangil.

Warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing sembari menyelamatkan harta benda yang tersisa. Mereka menganggap biasa bencana banjir yang kerap melanda rumah warga di kawasan tersebut.

Korban banjir berharap bantuan bahan makanan dan obat-obatan serta air bersih. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, pemerintah masih menghitung total kerugian yang disebabkan banjir kali ini.

Banjir juga menyebabkan kemacetan lalu lintas di kawasan Jalan Raya Kraton dan Wates, Kecamatan Bangil. Jalur menuju Surabaya dan Probolinggo macet total sepanjang lima kilometer lebih. Untuk menghindari kemacetan lebih panjang, aparat kepolisian setempat mengalihkan arus lalu lintas melalui Purwosari melintang lebih jauh sekitar 20 kilometer.

Sejumlah pengemudi bus antar kota mengaku merugi, lantaran kendaraan tak bisa melintas. Sejumlah polisi disiagakan untuk mengatur lalu lintas, agar kemacetan tak semakin panjang. "Banjir diperkirakan surut malam ini," kata Kepala Kepolisian Sektor Kraton, Ajun Komisaris Suko Wahyudi.

Dua kereta api tertahan di stasiun Bangil dan Pasuruan. Kereta Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi tertahan di stasiun Bangil dan Kereta Logawa jurusan Jember-Surabaya tertahan di stasiun Pasuruan. Kereta tertahan lantaran rel Bangil-Pasuruan terendam air hingga mencapai 50 sentimeter.

Satuan Pelaksana Penanganan Bencana Kabupaten Pasuruan mendirikan posko kesehatan dan dapur umum di Desa Kalianyar. Bantuan makanan disalurkan langsung kepada korban banjir yang membutuhkan. "Juga diantisipasi penyakit yang menyertai saat banjir," kata Ketua Taruna Siaga Penanggulangan Bencana Pasuruan, Waluyo Utomo.

EKO WIDIANTO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X