Jemaat HKBP Minta Polisi Segera Bertindak | -nasional- | Tempo.co
indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Jemaat HKBP Minta Polisi Segera Bertindak

Jemaat HKBP Minta Polisi Segera Bertindak

Koordinator Ormas Islam Murhali Barda (tengah) bersitegang dengan salah seorang pendeta gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah di kampung Ciketing Asem, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (1/8). Ormas Islam mendesak acara kebaktian mingguan dibubarkan karena tidak ada izin. TEMPO/Hamluddin

TEMPO Interaktif, Jakarta - Jemaah Gereja HKBP Pondok Timur Indah telah membuat laporan di Markas Besar Republik Indonesia atas tindakan pengeroyokan yang mereka alami pagi tadi. "Untuk hal ini hanya polisi yang bisa membantu," kata tim pengacara Jemaat HKBP, Sahara Pangaribuan, kepada wartawan, Minggu (8/8) sore di Mabes Polri.


HKBP, menurut Sahara, telah beberapa kali meminta agar mereka diberikan ketenangan dalam beribadah. "Tapi selama 5 minggu terakhir ini massa terus datang," kata Sahara. Mereka juga sebelumnya pernah sebanyak dua kali berusaha menghubungi pihak ormas Islam yang melakukan penyerangan tersebut, namun tidak mendapatkan tanggapan.

Sahara beserta pelapor yang diwakili oleh Pendeta Pieterson Purba melaporkan empat anggota organisasi masyarakat yang mereka yakini adalah dari Forum Pembela Islam (FPI) dan Forum Umat Islam (FUI). "Kami lihat mereka bawa bendera FPI, FUI dan juga memakai baju-baju FPI,"papar Pieterson.

Selain melapor kepada pihak kepolisian, pihak gereja HKBP Pondok Timur Indah juga telah bertemu dengan Komnas HAM, Komnas Perempuan bahkan DPR. Jemaah Gereja HKBP juga menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan ibadah di tempat tersebut meskipun ada orang-orang yang menghalangi.

Dalam laporan ke polisi, empat orang yang dilaporkan adalah Ustad Tahjudin, Ustad Nuh, Ustad Solihin dan Ustad Bardah terkait tindak pidana penganiayaan, melarang dan mengganggu jalannya peribadatan.

Ririn Agustia