Jika Amerika mendikte  

Jika Amerika mendikte  

TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Komisi Pertahanan DPR, Kemal Azis Stamboel mengatakan  jika memang ada persyaratan yang diajukan dalam kerjasama militer antara Amerika dan Indonesia, pemerintah disarankan untuk menolaknya. "Jika mendikte, bilang saja No," ujarnya kepada TEMPO, Kamis (12/8).

Menurut Kemal, saat Menteri Pertahanan Amerika, Robert Gates, berkunjung ke Indonesia, 22 Juli lalu,  menyebutkan,  bahwa tidak ada syarat apapun dalam kerjasama ini. Tapi,  Robert menjelaskan,  adanya perbedaan sikap antara pemerintahan Amerika dengan Kongres Amerika soal Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Kopassus, kata dia, masih dipertanyakan soal pelanggaran Hak Asasi Manusia yang pernah didugakan kepada kesatuan itu. "Kongres masih menilai negatif  pasukan elit kita," ujarnya. Namun, kata Kemal, menteri pertahanan AS akan menyelesaikan hal itu di internal Amerika.

Seperti diketahui, hubungan kerjasama militer antara dua pasukan elit Amerika Serikat dengan Indonesia kembali terjalin. Namun langkah itu akan  mengalami hambatan karena unit Kopassus di masa lalu dinilai AS terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia, termasuk di Timor Timur. Beberapa orang di Kongres AS telah menentang untuk merangkul Kopassus terkait masa lalunya itu.

Amerika Serikat memutus hubungan kerjasama dengan Kopassus pada tahun 1998. Itu diputuskan berdasarkan hukum AS yang melarang kerja sama dengan tentara asing yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia. Kopassus oleh AS dituduh melakukan pelanggaran di Timor Timur dan Aceh pada masa Presiden Soeharto tahun 1990-an.

Kemal mengatakan kerjasama militer akan berbentuk banyak paket pelatihan yang akan diikuti oleh kedua pasukan elit. "Tinggal tunggu waktunya," ujarnya.

Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Samsoeddin  menegaskan, pihaknya  tidak mau didikte oleh pihak manapun yang ingin menjalin kerja sama militer dengan Indonesia. Dalam kerja sama itu tidak ada persyaratan  apapun yang diminta pemerintah Amerika,  "Termasuk soal  kopassus," ujarnya

SANDY INDRA PRATAMA 

Komentar (6)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
ah gitu aja repot, tinggal ganti nama Kopasus menjadi koprasi (Komando Prajurit Spesial) pasti Amerika tertipi dan mau kerjasama lagi
0
0
65 tahun usia kemerdekaan semakin jauh menggapai cita-cita bangsa. Rongrongan dari dalam semakin marak, biadab dan keji serta dampaknya amat luas pada semua aspek kehidupan. Dibanding rongrongan dari luar negeri yang mengganggu kedaulatan bangsa negara.- TNI harusnya \"peka dan mampu\" berbuat sesuatu
0
0
Purna dan yang masih aktif mestinya rukun, \"peka serta mampu\" harus berbuat apa. 65 tahun kemerdekaan semakin jauh menggapai cita-cita bangsa
0
0
enggak latihan dengan mereka pun apa untung ruginya......??? klu kita lihat apa yg di lakukan USA di Irak apa tu egk melanggar HAM....??? Ayo katakan tidak pada monyet YAHUDI tu...!!!!! he..he...he TAPI dah pasti Manut lagi...PAYAH....PAYAH ( SEMOGA ARWAH SUEKARNO & SUEHARTO BISA REINGKARNASI ) SOALNYA MEREKA2 DAH TERBUKTI ...JANTAN..!!!!!!!!!
0
0
jikA TIDAK BERANI MENOLAK KITA ADALAH BAG DARI STATE OF AMERICA MATABS
Selanjutnya
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X