TNI AU: Keterlambatan Sukhoi Karena Pesawat Pengangkut Rusak


TEMPO Interaktif, Jakarta -  Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama Bambang Samoedro telah memastikan, keterlambatan dua unit pesawat jet tempur Sukhoi yang dijadwalkan tiba di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (7/9) pagi adalah akibat masalah teknis pesawat pengangkutnya.


"Sukhoi pesanan kita tidak ada masalah. Barangnya sudah ada, sudah selesai dirakit," kata Bambang ketika dihubungi Tempo. Bambang mengaku sudah memastikan langsung ke pabrik Sukhoi di Rusia.

Pengiriman dua unit Sukhoi jenis SU 27 SKM tersebut diundur menjadi 9 September mendatang. Sedangkan satu unit Sukhoi lagi yang dijadwalkan tiba 15 September juga diundur menjadi 16 September.

Ketiga Sukhoi tersebut akan melengkapi tujuh unit yang sudah ada di Lanud Sultan Hasanuddin saat ini. Penyerahannya dari Menteri Pertahanan kepada Panglima TNI dan TNI AU direncanakan dilakukan di Makassar, 27 September mendatang.

Sejak tahun 2003, Indonesia memesan sepuluh unit pesawat jet tempur Sukhoi dari Rusia. Bambang mengaku tidak tahu persis anggaran pembelian kesepuluh Sukhoi tersebut, sebab menurutnya, hal itu merupakan wewenang Kementerian Pertahanan.

Sayangnya, Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Brigjen I Wayan Midho ketika dihubungi mengaku tidak ingat nominalnya. "Masuknya ke anggaran tahun 2008-2009," ujarnya.

ADISTI DINI INDRESWARI

Komentar (11)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
sayang.......dengan Wilayah Indonesia sebesar ini jumlah sukhoi(pesawat baru) yang di Impor dalam 5-7 tahun ini cuman ada 10 (termasuk yang datang malam ini)..kenapa gak sekalian bisa 100 unit ya? dan yang disayangkan lagi jika masih ada rencana penambahan sampai 100 unit,tapi datangnya satu2 ya percuma..karena menjelang sampai 100 unit..Sukhoi yang dari pertama datang umurnya pun dah keburu tua :( -coba kayak china...dah bisa bikin jet tempur sendiri..kalo kita dah bisa bikin jet tempur sendiri walau kwalitasnya kalah dikit dari yang dibikin amrik/rusia..tapi kan bisa jadi senjata bunuh diri :D nah,mending bikin sendiri tapi Jumlahnya buannnyak...hmmm lebih bagus lagi, kalo yang kita bikin gak kalah canggih dari yg dibuat negara bule...ntar tiap type pesawat di kasih nama2 wilayah Perbatasan Indonesia (ok guak?? :D)kapan ya???............
0
0
daripada untuk bangun gedung DPR yang masih keren mending untuk beli Sukhoi lagi, yesss..
0
0
Hidup TNI, hidup TNI AU. Alutsista sudah seharusnya dibangun sesuai kebutuhan dan perkembangan tekno. Bersamaan dengan pembangunan PolEkSosBud yang baik dan benar, untuk mewujudkan \"ketahanan nasional\".. TNI siap & konsekwen meski kesejahteraannya amat jauh dibanding para Elite Politik
1
0
Gue setuju kita bergabung dengan Malaysia, dengan ibukota Kualalumpur, pasti kita makmur.. pake duit ringgit, bukan duit sampah..
1
0
Daging babi itu enak bener, tongseng anjing juga enak... makan sambil nyetir Sukhoi, pasti asssoyy..
Selanjutnya
Copyright © 2011
TEMPO
.CO
Wajib Baca!
X