Kapolri: Korban Kecelakaan Mudik Turun Drastis

Kapolri: Korban Kecelakaan Mudik Turun Drastis

Pemudik berkendaraan bajaj melintas di kawasan Pangulah Selatan, Kota Baru Karawang, Jawa Barat, Rabu dini hari (8/9). Memasuki H-2 Idul Fitri 1431 H, pemudik mulai akan memadati beberapa titik tertentu di sepanjang jalur Pantai Utara Jawa (Pantura). TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO Interaktif, Jakarta -Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan jumlah korban pada arus mudik Lebaran tahun ini berkurang drastis dibandingkan tahun lalu. "Tahun ini jumlah korban meninggal sampai saat ini 164 orang," ujar Bambang saat ditemui wartawan usai Shalat Id di Masjid Al Ikhlas Kompleks Mabes Polri, Jumat (10/8).

Bambang mengatakan, jumlah kecelakaan sendiri sampai hari pertama ini mencapai sekitar 900-an. Jumlah ini, menurut Kadiv Humas Mabes Polri, Brigjend Iskandar Hasan, menurun drastis dibandingkan dengan jumlah korban meninggal saat Operasi Ketupat 2009. "Tahun 2008 korban meninggal mencapai seribuan, 2009 mencapai 700- an," ujarnya saat ditemui sebelum shalat Id.

Iskandar menambahkan, korban untuk H-1 Lebaran saja mencapai 20 orang. Sedangkan untuk dipihak Polri sendiri, Iskandar menyatakan telah jatuh korban 3 orang.Adapun korban terbanyak adalah pengendara sepeda motor.

Bambang menyatakan, pihaknya akan semakin memperketat pengawasan pada arus balik yang diperkirakan akan mulai pada hari (19/9). "Kedepan jangan sampai ada lolos lagi penumpang lebih dari dua. Bawa anak kecil, beban cukup berat. Perjalanan mereka cukup jauh," ujarnya.

Bambang mengatakan, ia bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, dan Panglima TNI akan berada di Nagreg dan Losari untuk memantau langsung volume arus balik pada H+6 pada Sabtu (18/9). "Kami harap ada upaya yang signifikan dari anggota untuk mengalirkan kepadatan sehingga semua bisa kondusif dan mampu tekan kecelakaan,"ujarnya.

FEBRIYAN

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Bagus lah Pak, mohon dihindari balik mudik pake motor apalagi bawa anak kecil....kesian, masa depannya
Wajib Baca!
X