Dua Pendaki Mapala UI Hilang di Gunung Pangrango
Gunung Semeru
Topik
TEMPO Interaktif, Cianjur - Dua pendaki asal kelompok Mapala UI Jakarta dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Gede dan Gunung Pangrango, Cianjur, Jawa Barat. Laporan tersebut diterima petugas di Posko Tim SAR (Volunteer) Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP) Cibodas, Cianjur, Kamis (16/9) pukul 23.15 WIB .
Menurut Ardi, seorang staf Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP), setelah menerima laporan, pihaknya segera menginformasikan dan melakukan konsolidasi dengan Tim SAR TNGGP/Volunteer.
Selain itu, kata dia, pihaknya melakukan koordinasi dengan Wanadri, pihak kepolisian, mitra TNGGP, dan organisasi terkait lainya. "Lalu kami melakukan rapat singkat. Hasil rapat memutuskan setelah subuh segera memberangkatkan Tim SAR untuk melakukan operasi pencarian tahap awal," ujar Ardi melalui pesan pendek (SMS), Jumat (17/9).
Ardi menambahkan, tahap berikutnya pihak Tim SAR/Sukarelawan TNGGP berkoordinasi dengan organisasi dan pihak terkait lain membentuk tim gabungan untuk melakukan proses pencarian. "Jika laporan adanya pendaki yang tersesat atau hilang di kawasan TNBBP itu benar, tim gabungan langsung bergerak," imbuh Ardi.
Eko Wiwid, seorang anggota volunteer TNGGP, mengaku menerima informasi yang disampaikan pihak TNGGP soal adanya pendaki yang tersesat di Gunung Pangrango. "Kita baru mendapat informasi supaya segera merapat ke Posko SAR TNGGP untuk menggelar Operasi SAR karena ada laporan dua pendaki tersesat di kawasan TNGGP tadi malam. Kami akan mulai menggelar Operasi SAR sehabis subuh," ujar Eko saat dihubungi melalui telepon, Jumat (17/9).
Eko menambahkan, berdasarkan informasi awal, kedua pendaki itu dilaporkan tersesat di sekitar Blok Ciheulang, Gunung Pangrango. "Katanya, para pendaki itu diketahui masuk kawasan TNGGP sejak hari Minggu (12/9). Tapi saya belum tahu masuknya secara berkelompok atau perorangan," ujar Eko.
Pendakian ke Gunung Gede dan Pangrango melalui pintu masuk Cibodas Cianjur sudah dibuka sejak September. Sebelumnya, hingga Agustus aktivitas pendakian di kawasan TNGGP ditutup. "Memang cuaca saat ini sering turun hujan, tapi biasanya setiap bulan September pendakian dibuka," kata Eko menjelaskan.
Sampai saat ini belum ada laporan hasil pencarian yang dilakukan Tim SAR/Volunteer TNGGP. Tim masih melakukan penyisiran dan pengecekan kebenaran laporan tersebut.
DEDEN ABDUL AZIZ
Komentar (15)
Berita Terkait
Top Stories
Foto Terbaru
Editor's Choice
- FOTO: Pamer Aksi Bintang Dunia di Singapura
- Tangkal Virus Corona, Kemenkes Siapkan 8 Program
- Korban Lapindo Ancam Minta Suaka Politik ke AS
- 10 Fakta Menarik Jelang Dortmund Vs Bayern
- Tabrakan Maut, 2 Tewas dan Belasan Kritis
- Angelina Jolie Tanpa Bra Versi Pelukis Swedia
- Duel Kunci Borussia Dortmund Vs Bayern Muenchen
Berita Utama Nusa
- Dugaan Korupsi Unsoed, Laporan Keuangan Tak Beres
- Banjir dan Tanah Longsor Tewaskan 10 Orang di Manado
- 2,2 Juta Pemilih Pilgub Jateng Dicoret dari Daftar
- Bule Australia Tewas Saat Motorcross di Balikpapan
- Bojonegoro Banjir, Dua Orang Meninggal
- 3 Daerah Rawan Konflik di Pilkada Jawa Barat
- Situs KPUD Sulawesi Selatan Dikerjai Hacker












