indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Diduga Stres Ibu Berusaha Siksa Bayinya


TEMPO Interaktif, Tasikmalaya - Diduga stres, Tini, 30 tahun, warga Kampung Cilaja Desa Cikunir Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya, Jawa Barat tega berusaha menyiksa dan menelantarkan Dewi anaknya yang baru berumur 2 bulan.

Sambil bicara tak karuan dan mengenakan busana seadanya, Tini membawa anaknya kabur dari rumahnya sambil berjalan kaki menuju arah Kota Tasikmalaya. Tini berhasil diamankan di sekitar Kampung Batunungku, Cipari Kecamatan mangkubumi atas informasi warga.

Saat ditemukan, Tini berusaha melawan warga yang ingin menyelamatkan anaknya, bahkan Ia mengancam akan memukul anaknya dengan sebuah batu yang telah dipegangnya. Namun berkat kesigapan seorang warga yang tengah melintas akhirnya bayi yang dibawa Tini bisa direbutnya dengan selamat.

Awalnya Tini sempat marah-marah, hingga menjadi tontonan warga sekitar. Melihat bayi tersebut dalam keadaan lemas, warga sekitar langsung melarikannya ke Puskesmas Pembantu Cipari. “Sudah hampir 10 tahun dia stres,” ujar Ening salah seorang keluarga Tini, Selasa (28/9).

Ening menjelaskan, sejak lama Tini menderita gangguan jiwa, bahkan bayi yang dibawa Tini pun tidak jelas ayahnya.”Dulu ketika Tini masih sehat dia punya kekasih namanya Ujang Ikin,”ujarnya. “Tapi oleh kakaknya, Tini tak direstui menikah dengan Ujang Ikin, hingga pernikahan pun batal,”.

Diduga akibat itulah hingga akhirnya penyakit Tini kembali kambuh dengan kondisi mental yang cukup labil. Ia kerapa keluar masuk rumah tanpa pamit hingga suatu saat pulang ke rumah dalam keadaan hamil.

“Tini jadi tidak karuan kadang di rumah kadang pergi entah kemana,”ujarnya. “Ketika ditanya hamil sama siapa, ia hanya bilang sama Yana, tapi tidak tahu Yana yang mana,”.

Setelah mendapatkan perawatan medis, petugas Kepolisian resort kota Tasikmalaya akhirnya mengantarkan Dewi sang bayi imut beserta Ening ke pihak keluarganya untuk dirawat.

JAYADI SUPRIADIN

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X