Kubah Baru Merapi Sudah Terbentuk Namun Rapuh

Kubah Baru Merapi Sudah Terbentuk Namun Rapuh

Awan panas meluncur kembali dari puncak Gunung Merapi ke arah Kali Gendol, Cangkringan, Sleman, Selasa (1/11). TEMPO/Arif Wibowo

TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Kubah baru bentukan erupsi Merapi 2010 ini sudah mulai terbentuk. Letak kubah baru itu berada di posisi yang terbuka. Namun kondisinya masih sangat rapuh sehingga mudah runtuh jika ada tekanan magma dari bawah. “Posisi lubah baru itu terpantau dari Pos Pemantau Merapi di Deles yang masuk wilayah Klaten Jawa Tengah,” kata Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Sri Sumarti, Rabu (3/11).

Kubah terbentuk sejak muncul titik api. Saat ini diperkirakan diameter kubah mencapai 50 meter. Sedangkan kawah yang ada saat ini berdiameter antara 200-250 meter.

Pada Rabu pagi ini terjadi luncuran awan panas sebanyak 5 kali, yaitu pukul 07.33, 07.48, 07.52, 07.55 dan 08.14. Luncuran awan panas terakhir dirasa paling besar dengan durasi 7 menit.

Saat terjadi luncuran lava pada 08.14, alat siesmograph yang berada ruang monitoring menunjukkan getaran yang luar biasa. Terbukti jarum dengan tinta ang untuk merekam getaran sampai melebihi kertasnya (seismogram). Bahkan Titanya sampai muncrat mengotori dinding kayu lokasi seismograph ditempatkan. “Energi magma dari bawah masih tinggi, maka status Merapi tetap pada level awas,” kata Sri.

Luncuran awan panas mengarah ke Kali Gendol yang berada di wilayah Cangkringan, Sleman atau selatan gunung. Ketinggian asap yang membumbung tinggi mencapai 1,3 kilometer. Sedangkan jarak luncur mencapai 3 kilometer.

MUH SYAIFULLAH

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X