DPR Tolak Hibah Pesawat F-16 Bekas


TEMPO Interaktif, Jakarta - Anggota Komisi Pertahanan dan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat menolak rencana Kementerian Pertahanan untuk menerima hibah pesawat tempur bekas seri F-16 dari Amerika Serikat.

"Jangan sampai Amerika Serikat bingung buang sampah, dan kita siap menerima," kata Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Mahfudz Sidik kepada Tempo,  Kamis (11/10)

Meski harga 24 pesawat tempur F-16 bekas itu setara dengan 6 pesawat F-16 baru, tapi menurut Mahfudz, biaya pemeliharaan pesawat bekas akan jauh lebih mahal. Apalagi Amerika banyak menggunakan pesawatnya untuk operasional perang di Timur Tengah dan Afganistan. Sementara pemerintah bersama dewan sudah bertekad mulai 2010 memodernisasi alat utama sistem persenjatan militer. "Jadi aneh kalau pemerintah tergiur untuk pesawat bekas," kata anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini. Padahal Dewan siap untuk membantu penganggaran

Ketimbang membeli pesawat bekas, ia menyarankan, pemerintah membeli pesawat F-16 baru secara bertahap seperti pembelian pesawat tempur Sukhoi dari Rusia. "Pola (pembelian) Sukhoi bisa dipakai," katanya

Menurut Juru Bicara Kementrian Pertahanan Brigadir Jenderal I Wayan Midhio, jika melihat kebutuhan Indonesia, menerima 24 pesawat bekas Amerika lebih tepat. “Kita itu sedang membutuhkan banyak pesawat. Apalagi sekarang banyak pesawat kita yang sudah rusak. Karena keterbatasan itulah lebih baik kita ambil yang 24 (pesawat),” kata dia kemarin.

Mahfudz mengakui sudah berbicara secara informal dengan kementerian. "Saya usulkan agar duduk bersama untuk membicarakan ini," katanya. Tapi berhubung, dewan memasuki periode reses, maka pembicaraan akan ditunda hingga 22 November mendatang.

Anggota Dewan dari Fraksi Golongan Karya, Tantowi Yahya juga menolak rencana kementerian tersebut. "Kenapa tak beli barang baru, tapi memilih barang rongsokan," katanya yang dihubungi terpisah.

Sikap tersebut, diakuinya, juga disepakati sejumlah anggota meski belum jadi sikap resmi komisi. Keberadaan pesawat tempur memang diperlukan, tapi pemerintah menurutnya harus mempertimbangkan biaya perawatan dan retrofit (perbaikan). "Komitmen Komisi I untuk meningkatkan anggaran alusista sangat nyata, pemerintah tak usah khawatir," jelas Tantowi.

Fokus pemerintah dan dewan dalam pertahanan sebenarnya adalah peningkatan pertahanan maritim. Karena 10 dari 13 batas wilayah Indonesia adalah laut. "Itu ancaman utama," ujar Tantowi. Tapi bukan berarti keberadaan F-16 tidak dibutuhkan. Pesawat F-16 masih dibutuhkan, selama anggaran memungkinkan dan tidak merepotkan.

DIANING SARI

Komentar (5)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
kali ini sy setuju sama mas dpr. Amerika ada maunya... hibah pesawat bekas tapi spare partnya selangit udah itu di embargo. mampus dah... mending dari rusia pure bisnis gak neko-neko
1
1
-.Orang Pintar tidak pernah menolak angin, apalagi angin segar.- Meski hibah dan bekas, daripada sama sekali tidak memiliki, dan semakin tertinggal jauh dengan generasi baru. Akhirnya bergantung bagaimana mengoperatorinya dan mengakali. Bisa jadi dalam pemikiran Toean-toean Dewan, untuk menjaga kedaulatan RI cukup dengan \"Bambu Runcing, Meriam Bambu. Keris dan Tumbak, Katapel\" sebagaimana tempo doeloe. Oleh karenanya dana Alutsista baru patutnya untuk dipergunakan study-study tour dan ...
0
0
Ini anggota dewan main komentar aja. Emang tahu kalkulasinya seperti apa? Anggota DPR adalah suara rakyat, tolong hati-hati bersuara. Mungkin anda masih jetlag setelah \"kunjungan kerja\" ke luar negeri silakan istirahat dulu.
0
3
Ini lah kesombongan tuan Tuan Mahfudz cs,kayak yang punya duit banyak aja,syukur tu msh ada yg mau Hibah, beban keuangan negara gak jd brt, kecuali Uang yg digunakan DPR utk studi Banding digunakan utk beli pswt baru rakyat pasti SETUJU...
0
6
Ngga mau yang bekas, beli yang baru...masalahnya dananya ada ngga, bukannya habis dipakai anda plesir.
Wajib Baca!
X