foto

Harimau Sumatra di Logas, Riau. AP/WWF Indonesia-PHKA

Habitat Gajah dan Harimau di Jambi Terancam Musnah

TEMPO Interaktif, Jambi - Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jambi Tri Siswo, mengatakan jika kawasan habitat Gajah dan Harimau Sumatera yang ada di Provinsi Jambi, terancam habis, bila tidak ada upaya secara bersama untuk menjadikan kawasan hutan produksi dijadikan kawasan hutan konservasi. 


"Beberapa tahun ke depan saya melihat habitat Gajah dan Harimau Sumatera di daerah ini akan musnah, karena semua hutan produksi yang ada sebagian besar sudah dijadikan kawasan hutan tanaman industri dan jenis perkebunan lainnya", kata Tri Siswo, kepada wartawan di Jambi, Kamis (10/2).

Padahal, kata Tri Siswo, jumlah Gajah yang masih tersisa di daerah ini berkisar 200 ekor dan Harimau Sumatera sekitar 40 ekor. "Jumlah ini akan terus berkurang dan bukan tidak mungkin akan punah seiring dengan hilangnya habitat mereka. Jangan heran jika kita mendengar kabar adanya konflik antara manusia dengan binatang buas, bukti habitat mereka sudah terancam", ujarnya.

Provinsi Jambi memiliki sedikitnya 900 ribu hektare hutan produksi. Dari jumlah tersebut sekitar 600 ribu hektare sudah diberikan izin untuk perusahaan hutan tanaman industri dan sekitar 150 ribu hektare dibuat kawasan hutan tanaman industri pertukangan.

Sisanya, sekitar 150 ribu hektare yang merupakan eks HPH PT Dalek di Kabupaten Tebo, eks HPH PT ATMA di Kabupaten Tanjungjabung Timur dan Eks HPH PT IFA, akan diusulkan ke Kementerian Kehutanan untuk dijadikan kawasan konservasi bagi habitat Gajah dan Harimau Sumatera serta binatang liar dilindungi lainnya.

"Kita beberapa waktu lalu telah mengirim surat ke Menteri Kehutanan RI, agar kawasan hutan prosduksi dengan luas sekitar 150 ribu hektare itu dijadikan kawasan konservasi. Bila tidak saya yakin habitat Gajah dan Harimau Sumatera di daerah ini akan habis", kata Tri Siswo.

Hanya saja disayangkan menurut Tri Siswo, informasi yang dia terima luas hutan produksi 150 ribu hektare itu juga sudah dikeluarkan rekomendasi bupati Tebo Madjid Muaz dan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus, meminta Menteri Kehutanan RI mengeluarkan izin hutan tanaman industri buat perusahaan Sinar Mas Group.

Ruddy Syaf, Manager Komunikasi dan Informasi Komunitas Konservasi Indonesia Warsi, menyatakan sangat mendukung keinginan tersebut. "Bahkan, kami Warsi dari jauh-jauh hari sudah berupaya mengajukan keinginan itu, kita berharap upaya ini akan berhasil", katanya.

SYAIPUL BAKHORI