foto

Jusuf Kalla (kiri ke-2). TEMPO/Aditia Noviansyah

Kalla Minta Kekerasan Tak Dibiarkan

TEMPO Interaktif, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Yusuf Kalla mengatakan, hanya ada dua solusi yang bisa diambil negara untuk menjaga kerukunan umat beragama. Di antaranya, jangan ada pembiaran terhadap pelaku kekerasan.


Pernyataan ini menanggapi kasus penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Banten, dan perusakan terhadap sejumlah gereja di Temanggung, Jawa Tengah, yang diduga melibatkan organisasi kemasyarakatan.

Kalla menegaskan, para pelaku kekerasan itu harus cepat ditindak. "Jangan terjadi pembiaran," Kalla saat dialog dengan Komisi 8 DPR RI di Jakarta, Kamis (17/2).

Kalla mengatakan, terkait soal Ahmadiyah ini sudah dibahas sejak lama. Ia berharap pembicaraan soal ini dikembalikan pada masalah hukumnnya. Namun dia menambahkan bahwa untuk menciptakan kerukunan harus ada sikap saling menghormati.

Maruf Amin dari Majelis Ulama Indonesia, dalam kesempatan yang sama, mengatakan, apa yang terjadi dalam kasus Ahmadiyah bukan soal perbedaan pendapat. Ia menyebut kasus Cikeusik sebagai bentrokan akibat pelanggaran yang dilakukan oleh Ahmadiyah terhadap SKB 3 Menteri yang tidak ditindak.

Solusi dari Majelis Ulama, kata Amin, adalah kembali pada undang undang. Dia menilai kasus Ahmadiyah ini sebagai kasus penodaan agama, yang salah satu solusinya adalah dengan cara dibubarkan.

ALWAN RIDHA RAMDANI