Negara Tetangga Cemas Kebocoran Pembangkit Nuklir Jepang

Negara Tetangga Cemas Kebocoran Pembangkit Nuklir Jepang

NTV Japan via APTN menayangkan video kebulan asap dari reaktor nuklir 1 di Fukushima Daiichi, Jepang (12/3). AP/NTV Japan via APTN

TEMPO Interaktif, Tokyo - Angin di atas Jepang tempat sebuah kompleks pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) bocor akibat gempa bertiup dari selatan ke barat semalam. Menurut seorang pejabat Japan Meteorological Agency kemarin, hal itu bisa meniupkan radioaktif ke samudra.


PLTN Fukushima Daiichi, yang dijalankan oleh Tokyo Electric Power Co dan berlokasi 240 kilometer di utara Ibu Kota Tokyo, menghadap Samudra Pasifik. Pejabat itu memperkirakan hari ini angin akan bertiup dari selatan ke barat, kemudian dari barat laut. Kecepatan angin sekitar 2-3 meter per detik. Arah angin adalah satu faktor kunci dalam menduga kemungkinan kerusakan lingkungan dari kebocoran radiasi PLTN itu.

Para teknisi hingga pakar di Jepang bekerja mati-matian untuk mencegah batang-batang bahan bakar dari mendidih dalam reaktor pertama setelah beberapa radiasi bocor ke udara. Kemarin pemerintah Jepang menyatakan sebuah bangunan yang melingkupi reaktor kedua berisiko meledak.

Korea Selatan, di barat Jepang, melihat ada kemungkinan radiasi bertiup ke wilayahnya. "Sejauh ini kami tak melihat dampak (radiasi) seiring dengan angin mengarah ke barat," kata Lee Durk-hun, Kepala Analisis Operasional Keselamatan di Korea Institute of Nuclear Safety. "Namun, jika terjadi perubahan angin, hal itu bisa berdampak kepada kami. Dengan memonitor sistem kami, kami akan menyiapkan langkah-langkah mencegah apa pun kerusakan."

Adapun menurut kantor berita Xinhua, para pejabat di provinsi timur laut Cina, Liaoning, mulai memantau untuk kemungkinan merebaknya radiasi dari Jepang, tapi belum mendeteksi apa pun. 

Seorang pejabat Jepang mengatakan, terdapat 190 orang dalam radius 10 km dari PLTN Fukushima Daiichi ketika level radiasi menanjak dan 22 orang telah dipastikan mengalami kontaminasi radioaktif. Para pekerja tampak berpakaian pelindung ketika memeriksa warga yang tiba di pusat-pusat evakuasi, yang mungkin terpapar radioaktif. 

Menurut juru bicara polisi, Go Sugawara, kepada AP, Kepala Polisi Miyagi, yang mengadakan pertemuan para pejabat penanggulangan bencana di prefektur itu, memperkirakan jumlah korban tewas bisa mencapai 10 ribu orang. 

Krisis nuklir kini menjadi kecemasan teranyar bagi mereka yang selamat. "Pertama saya khawatir soal gempa, kini saya cemas soal radiasi. Saya tinggal dekat PLTN, maka saya datang ke sini buat mencari tahu jika saya baik-baik saja. Saya sudah dites dan hasilnya negatif (dari radiasi)," ujar Kenji Koshiba, seorang pekerja konstruksi di pusat darurat di Kota Koriyama dekat PLTN di Fukushima, kemarin.
 
Reuters | Kyodo News | Xinhua | AP | Dwi Arjanto




Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X