indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Olahraga Menumpulkan Pengaruh Garam Pada Hipertensi

Olahraga Menumpulkan Pengaruh Garam Pada Hipertensi

Mengukur tekanan darah foto www.rileks.com

TEMPO Interaktif, Jakarta - Terlalu banyak mengkonsumsi garam diketahui sangat membahayakan kesehatan. Terutama bagi mereka yang mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi. Tapi penelitian terakhir membuktikan olahraga rutin bisa menumpulkan efek garam terhadap hipertensi.

Para peneliti menemukan bahwa semakin rajin seseorang berolahraga semakin berkurang tekanan darah mereka merespon makanan yang berkadar garam tinggi.

"Sementara para mereka yang jarang berolahraga, tekanan darah mereka dengan cepat naik seiring pertambahan konsumsi sodium atau garam mereka," kata Dr. Jiang He, pimpinan penelitian dan ketua departemen epidemiologi di Tulane University School of Public Health and Tropical Medicine di New Orleans.

"Ini sedikit mnegejutkan, tapi ini memang penelitian pertama yang menghubungkan antara aktifitas fisik dengan sensitifitas garam dalam tekanan darah. Tapi tampaknya masuk akal karena kita sudah tahu aktifitas fisik memang bisa menurunkan tekanan darah."

He dan para koleganya mempresentasikan hasil temuan mereka di pertemuan American Heart Association tentang nutrisi di Atlanta. Dalam penelitian itu He dan timnya melibatkan 1.900 pria dan wanita berusia rata-rata 38 tahun di sebuah kota di bagian Selatan Cina. Tak ada seorangpun yang sedang mengkonsumsi obat tekanan darah saat penelitian ini dilakukan.

Selama seminggu peserta penelitian mengkonsumsi 3.000 miligram garam dalam diet harian mereka. Seminggu kemudian mereka meningkatkan kadar garam hingga 18.000 per hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan tiap hari sekaligus kuesioner tentang aktfitas fisik harian, mulai dari yang "sangat aktif" hingga "sama sekali tak berolahraga."

Ketika berubah dari rendah asupan garam menjadi tinggi asupan garam, mereka yang mengalami kenaikan tekanan darah sistolik sebanyak lima persen atau lebih dianggap sebagai orang yang sangat sensitif terhadap garam. Hasil akhir penelitian disimpulkan, mereka yang sangat aktif secara fisik 38 persen lebih rendah risikonya untuk menjadi sangat sensitif terhadap garam dibanding kelompok lain.

"Jadi pesan intinya disini adalah, kita tetap harus menekan asupan garam dan meningkatka aktifitas fisik. Mereka yang tidak bisa banyak bergerak misalnya karena usia atau keterbatasan fisik, bisa mengurangi asupan garam. Karena kita sudah tahu garam memang bisa sangat mempengaruhi tekanan darah," kata He.

I HEALTHDAY / UTAMI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X