Ibu Lahirkan Bayi Berkelamin Ganda Mirip Katak

Ibu Lahirkan Bayi Berkelamin Ganda Mirip Katak

foto: Jhon Seo

TEMPO Interaktif, Jakarta - Seorang ibu muda berusia 17 tahun di Kelurahan Fatululi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 15 April petang, melahirkan seorang bayi berjenis kelamin ganda. Bahkan, bagian kepala bayi itu mirip katak.

Istri dari seorang pedagang di Pasar Oebobo melahirkan bayi malang itu sekitar pukul 16.00 WITA di kosnya yang berada di lingkungan Pasar Oebobo, Kota Kupang. Kelahiran bayi malang itu hanya dibantu dukun beranak. Bayi malang itu waktu dilahirkan telah meninggal. Rencananya bayi malang itu akan dikuburkan malam ini.

Seorang saksi mata, Charles, mengatakan bagian kepala bayi itu mirip katak. Kedua bola matanya berada di atas kepala dan bola matanya besar, seperti katak. "Bagian wajahnya benar-benar mirip katak," katanya.

Menurut dia, bayi itu dilahirkan sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Charles yang juga tetangga ibu tersebut menduga itu terjadi karena kebiasaan si ibu naik kendaraan bermotor. "Ibunya sering naik motor," katanya.

Bayi itu dan ibunya akhirnya dilarikan ke rumah sakit, setelah diketahui meninggal. Saat ini, sang ibu masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Johanis Kupang, sedangkan bayi malang itu disemayamkan di kediaman pemilik kos mereka.

Dukun beranak, Rosiana Kana Mahi, mengaku ia yang membantu melahirkan anak mirip katak tersebut. Saat lahir, anak malang itu sudah tidak bernyawa.

Bentuk bayi yang mirip katak itu, menurut dia, kondisinya sudah seperti itu sejak lahir. Ia mengaku tidak mengetahui penyebabnya. "Waktu lahir kondisinya sudah seperti itu, dengan bagian kepala bagian belakang tidak ada," katanya.

Linda, adik sang ibu, mengatakan, bayi tersebut memiliki kelamin ganda, yakni laki-laki dan perempuan. "Kelaminnya dua: laki dan perempuan," katanya.

YOHANES SEO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X