Dana BOS 2012, Setiap Siswa SD Dapat Rp 580 Ribu

Dana BOS 2012, Setiap Siswa SD Dapat Rp 580 Ribu

Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh. Tempo/Arnold Simanjuntak

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan menambah dana Bantuan Operasional Sekolah untuk siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama tahun 2012. Peningkatan itu akan menutupi seluruh biaya operasional sekolah.


"BOS yang sekarang satuan unit cost-nya masih mencover antara 60-70 persen dari biaya operasional. Oleh karena itu, di BOS 2012 itu dicover 100 persen dari sisi operasional,” kata Menteri Pendidikan Nasional M.Nuh dalam siaran pers tertulisnya, Rabu 17 Agustus 2011.

Dari anggaran fungsi pendidikan tahun 2012, dana BOS dipastikan meningkat sebanyak Rp 6,8 triliun dari sebelumnya Rp 16,8 triliun menjadi Rp 23,6 triliun. Satuan biaya untuk tiap siswa jenjang SD yakni Rp 580.000 pertahun, sedangkan untuk tiap siswa SMP menerima Rp 710.000 pertahun. Saat ini, jumlah siswa SD tercatat berjumlah 28 juta siswa dan 10,3 juta siswa SMP.

Peningkatan itu, lanjut Nuh, tidak lantas menghilangkan kewajiban pemerintah daerah untuk mengalokasikan 20 persen anggaran daerah untuk BOS Daerah (BOSDA). Daerah menurutnya masih diharuskan memberikan BOSDA. “Sehingga biaya operasional dan pendampingan daerah memperkuat basis peningkatan kualitasnya," katanya.

Menurut Nuh, di tahun 2012 pemerintah memprioritaskan pembangunan pendidikan tahun 2012 untuk meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan yang bermutu dan terjangkau. Kebijakan ini tidak hanya ditempuh untuk pendidikan formal tapi juga nonformal.

Pemerintah, ujar mantan Menteri Komunikasi dan Informasi ini, juga berjanji agar akses pendidikan dapat diperoleh semua anak yang berusia sekolah.

"Harus kita pastikan bahwa semua anak bangsa bisa menikmati pendidikan, khususnya pendidikan dasar, dan semakin terbuka kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi," pungkasnya.



RIRIN AGUSTIA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X