indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Bandung Pitbull Community: Penjinak Anjing Sangar

Bandung Pitbull Community: Penjinak Anjing Sangar

PENJINAK ANJING SANGAR

TEMPO.CO, Baron siap beraksi. Tubuhnya yang kekar akan menarik mobil bak terbuka berbobot lebih dari 1.000 kilogram. Hup! Tarikan awal juara kedua Superdog tersebut gagal karena badannya lolos dari jaring tali penarik. Upaya kedua anjing pitbull peliharaan Jimmy itu pun gagal karena sudah kepanasan.

Aksi Baron itu menutup acara pertemuan anggota komunitas Bandung Pittbul Community di pelataran parkir mal Parijs Van Java, Ahad, 11 September. Atraksi seperti itu termasuk langka, kecuali di arena lomba. Biasanya pertemuan bulanan tiap tanggal 20-an diisi acara berlari bersama pitbull, juga makan dan berkemah bersama anjing kesayangan.

Selain itu, acara kumpul digunakan untuk saling bertukar informasi, mulai dari cara merawat hingga melatih pitbull. "Klub ingin mengenalkan trah American pitbull terrier dan menghilangkan kesan negatif di masyarakat bahwa pitbull galak dan buas," ujar ketua komunitas itu, Kris Johan alias Soen-soen, 37 tahun.

Sosok pitbull memang terkesan garang. Badannya yang besar dan kekar bakal membuat orang awam menyingkir. Gonggongan dan taringnya bisa menyiutkan nyali. Bahkan kekuatannya juga sanggup memutuskan rantai besi pengikat dan gigitannya sulit dilepaskan. Di Bandung, pitbull dan campurannya kerap dipakai untuk adu bagong (babi hutan).

Menurut Soen-soen, anjing jenis apa pun, termasuk pitbull, pada dasarnya punya karakter yang baik dan setia kepada majikan. Pemelihara bisa mengasah sifat itu atau sebaliknya. "Sebenarnya anjing buas atau enggak itu tergantung pada orang yang memeliharanya," kata dia.

Pembentukan karakter pitbull umumnya dimulai dari usia dua bulan. Agar ramah kepada tamu atau orang asing, misalnya, pitbull harus sering diajak berjalan-jalan agar bertemu dengan banyak orang. "Kalau sering diikat saja ia akan galak di rumah," katanya.

Selain itu, jalan-jalan berguna membentuk tubuh pitbull. "Saya senang membangun ototnya," kata Junaedi, bendahara komunitas itu. Setiap hari ia bersepeda pagi sambil menuntun Rex. Pitbull berumur delapan bulan itu juga dilatih untuk menuruti perintah, seperti duduk, diam, berlari, serta ketangkasan merebut bola.

Pengelola bengkel itu mengaku langsung jatuh hati begitu melihat pitbull pada 2002 saat masih kuliah. "Senang tongkrongannya, macho, gagah, muka sangar tapi hatinya baik dan sangat setia," katanya.

Anakan pitbull berusia dua bulan harganya mulai Rp 2 juta hingga Rp 9 juta. Anjing yang bentuk badannya berotot dan mukanya nyaris kotak, kata Junaedi, tergolong paling bagus. "Harganya bisa Rp 20 juta," ujarnya.

Usia pitbull bisa mencapai 13-14 tahun. Setahun usianya setara dengan umur manusia delapan tahun, begitu terus kelipatannya. Secara umum, pitbull tahan penyakit dan mudah dirawat karena bulunya pendek. Cuma biaya pakan untuk anjing ini tergolong mahal. Untuk yang berusia delapan bulan, total biaya makanan kering dan daging per bulan Rp 600 ribu.

Bandung Pitbull Community baru dibentuk pada 26 Februari 2011. Sebelumnya interaksi terjalin lewat Internet, hingga akhirnya mereka kumpul bareng perdana pada Oktober 2010 di Setiabudi Regency. Undangan dibuat terbuka untuk semua pemilik jenis anjing. Tapi, kata Soen-soen, dari 100-an orang yang hadir, lebih dari separuhnya membawa pitbull.

Sejak itu mereka aktif bertemu sebulan sekali di sejumlah tempat, hingga mendapat tempat agak tetap di pelataran Paskal Hyper Square di Jalan Pasir Kaliki. Siapa pun yang punya pitbull bisa menjadi anggota komunitas ini. Iuran bulanan Rp 50 ribu digunakan untuk membuat alat-alat latihan, seperti untuk spring pole, weight pull, dan lintasan lari cepat.

Kini komunitas itu berupaya mengarahkan keunggulan fisik pitbull untuk menjadi anjing atlet (sporting dog). "Itu efektif untuk menjinakkan sifat buasnya," kata Soen-soen.

Pada 2 Oktober nanti mereka akan menggelar acara Pitbull Party and Competition di Lapangan Abadi, Lembang, Jawa Barat. Lomba yang dipertandingkan antara lain menarik beban beroda (weight pull), ketahanan menggigit benda sambil bergantung (spring pole), adu lari cepat, dan melompat ke atas. Peserta kompetisi ini tercatat berasal dari Bali, Semarang, Solo, Bandung, dan Jakarta.

ANWAR SISWADI

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X