Persipura Berpeluang Kembali ke Liga Champions

Persipura Berpeluang Kembali ke Liga Champions

Boaz Salossa. TEMPO/Cunding Levi

TEMPO.CO, Jakarta - Persipura Jayapura membuka harapan untuk bisa bermain kembali di Liga Champions Asia 2011/2012. Soalnya, Adelaide United, klub Australia yang menjadi lawan Persipura di babak play-off, diduga memainkan pemain yang tidak sah di pertandingan tersebut, yakni Cassio.

Cassio sebelumnya mendapat kartu merah dalam pertandingan terakhir Adelaide di LCA musim 2010/ 2011. Sesuai aturan, pemain yang mendapat kartu merah tidak akan bisa memperkuat tim di pertandingan selanjutnya.

Namun, menurut surat kabar lokal Adelaide, Adelaide Now, peluang Persipura kembali ke LCA tergantung dari keputusan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) yang akan dikeluarkan Selasa malam ini. Jika nanti dalam keputusannya AFC melihat Adelaide United memainkan pemain tidak sah, maka Persipura akan dianugerahkan kemenangan 3-0.

"Keputusan AFC baru akan disampaikan nanti malam, apakah Adelaide melanggar aturan dengan memainkan Cassio atau tidak," tulis Adelaide Now, Selasa, 21 Februari 2012.

Jika Adelaide diputus bersalah memainkan Cassio, maka Persipura akan bergabung ke Grup E LCA 2011/ 2012 bersama klub Uzbekistan Bunyodkor, klub Jepang Gamba Osaka, dan klub Korea Selatan Pohang Steelers.

Bermain di Stadion Hindmarsh, Adelaide, beberapa waktu lalu dalam kualifikasi LCA, Persipura dikalahkan Adelaide dengan skor telak 0-3. Kepastian Persipura bermain di kompetisi antarklub paling bergengsi di Asia itu sebenarnya juga mendadak. Mereka sebelumnya tidak dapat ikut serta di kompetisi Asia akibat bermain di luar kompetisi resmi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Namun, mereka kemudian mendapatkan kembali haknya itu setelah dimenangkan Pengadilan Arbitrase Internasional untuk Olahraga (CAS) lewat keputusan sela.

ADELAIDE NOW | ARIE FIRDAUS

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X